Skip to main content

Posts

Back To Nature With Barokah Sinom

Recent posts

Labuhan Sepulu, Bangkalan

Kayanya Indonesia tidak bakal bisa habis jika dibicarakan hanya dalam waktu sehari. Engga usah seluruh Indonesia deh, dibagian timur Indonesia saja sudah melimpah ruah harta alam dan kebudayaannya.  Ini saya dari salah satu kekayaan alam yang dimiliki Indonesia dibagian timur, tepatnya di Bangkalan, Madura. Namanya Labuhan Sepulu. Labuhan Sepulu ini adalah ekowisata yang sangat unik. Rencananya akan diresmikan dalam waktu dekat ini. Asyik banget untuk bermalam ditempat ini, nuansa pantai dan rindangnya mangrove sangat menawan di area ini. Selain dapat menikmati nuansa pasir yang alami, di Labuhan Sepulu ini juga tersedia jembatan dari kayu yang menjadi fasilitas untuk mengitari jejeran pohon mangrove juga untuk menjadi sarana menikmati senja juga matahari terbit.  Untuk tiket masuk, sangatlah ramah dikantong. Rp. 3000 untuk perkepala, dan Rp. 2000 saja untuk satu kendaraan beroda dua. Untuk mobil harga sekitar Rp. 5000. Tempat ini juga bisa menjadi tempat untuk melakukan foto pre wedin

Pantai Tengket, Maneron Sepulu Bangkalan

Siapa bilang di Bangkalan tidak ada tempat wisatanya?  Jangan gegabah dulu, keindahan Bangkalan bukan hanya terletak di beberapa sudut kotanya saja, namun masih banyak lokasi yang menggambarkan betapa manisnya Bangkalan. Ini adalah salah satu tempat yang bisa menjadi referensi untuk kalian yang merindukan sebuah wisata alam di daerah Bangkalan. Namanya Pantai Tengket. Memang terbilang masih baru, tapi pantai ini sudah mampu menarik minat pengunjung untuk menikmati suasana pantai ini.  Pasirnya yang putih menjadi daya tarik sendiri bagi Pantai Tengket ini. Tiket masuknya juga tak perlu mengurus isi dompet (untuk sementara) karena memang pantai ini masih baru. Spot foto juga cukup bervariasi, selain gardu yang beratas dedaunan kering seperti yang berada di belakang saya (di foto), di sudut lain juga terdapat banyak pilihan lain untuk memeriahkan gambar saat mengabadikan moment di tempat ini. Tidak cuma spot foto yang bagus, Pantai Tengket, Maneron, Sepulu, Bangkalan ini juga menyediakan

Pertamakali! Makan Gule + Roti Maryam

Baru pertamakalinya nih... Saya nyobain gule yang dikolaborasikan dengan roti maryam. Udah kebayangkan gimana rasanya? The real makanan asal Arab dikombinasikan dengan Gule? Eittssss... Ini bukan gule seperti biasanya, entah saya yang terlalu kudet, atau memang ini adalah satu-satunya gule yang dicampuri ole tamburan kacang hijau. Kuahnya juga lebih kental ketimbang gule pada umumnya. Sekelibat ada rasa semacam bubur kacang hijau yang meluncur di lidah saat suapan pertama, tapi semakin dikunyah dan diresapi rasa khas gulenya tetap menonjol dan gak kalah tahta soal penguasaannya. Perpaduan antara daging dan roti maryam yang dibasahi dengan kuah dan diperkaya dengan kacang hijaunya, cukup membuat lezatnya makanan ini nampol di lidah.  Gak kebayang gimana kenyangnya menyantap makanan yang satu ini. Hanya dengan 10 ribu untuk gule yang sudah disajikan dengan potongan lontongnya dan 2 ribu persatu roti maryamnya, sudah bisa menikmati seporsi Gule + Roti Maryam ini yang dijamin m

Lestari Rahayu, Madura

Kenapa hal yang tidak terencana dengan matang itu sepertinya mudah dilaksanakan? Hah... Siapa yang bisa menjawab? Kagak ada kali... Yesss ... Semua berjalan dengan semestinya. Kadang yang terjadwalkan dengan rapi gagal direalisasikan, namun kadang yang hanya cuap-cuap sekejap malah langsung bisa dijalankan meski tanpa adanya persiapan yang matang. Ya meski tidak semuanya begitu... Seperti perjalanan malam hari tadi, 16 September 2020, tanpa banyak basa basi hanya dengan keisengan semata untuk berkunjung ke rumah salah satu teman yang sama-sama kuliah di daerah Jakarta, langkah menuju rumah di halaman kampungnya yakni di Debung, Bangkalan langsung terealisasikan tanpa adanya banyak bacotan.  Saya dan salah satu temen seperjuangan juga di Jakarta, menuju rumah Muhlis yang ada di wilayah yang termasuk dataran tingginya kawasan Bangkalan. Cerita ini saya tulis disini karena saya mengagumi keasrian alamnya, paginya yang masih lestari dengan pepohonan rindang diselimuti kabut nan dingin rasa

Masih Eksis Nih... Makaroni Ngehe!

Gak kebayang, gimana jadinya jika hidup tanpa hiburan, tanpa hal-hal yang bisa menuntaskan kebosanan-kebosanan hidup yang memang sudah kodratnya ada pada setiap manusia. Gila? Ya bisa jadi... Ini nih salah satu cara yang bikin kebosanan berkurang kuadrat, makan atau ngemil sesuatu yang kita suka! Kalau saga sih kadang beli ini ketika mau naikin mood kala bosan melanda. Makaroni Ngehe! Yesss...  Jajanan yang satu ini sempat menjadi buah bibir banyak orang dimana-mana. Hadir di moment yang pas saat kaum milenial sedang menampakkan berbagai kebisaannya, makaroni ngehe mampu menjadi sajian yang dicari oleh kaum-kaum yang sedang ingin mencari referensi kuliner baru di negeri ini. Soal rasanya... Gak usah khawatir bakal mengecewakan, karena jelas makaroni ngehe ini hadir dengan kriuk makaroni dan nuansanya yang membawa lidah pada petualangan yang gurih dan tak membosankan. Sudah pas dengan bumbu yang bisa disesuaikan selera. Pedas, manis, atau mau ditaburi beberapa rasa lain juga

Selain Sikapnya yang Ramah, Agar-agar Ini Juga Bisa Membuat Perasaan Menjadi Adem. Ini Cara Membuatnya!

Semudah ini?  Makanan wajib ketika lebaran ini ternyata sangat mudah dibuatnya. Gak usah ribet, tinggal siapkan beberapa perlengkapan dan bahan-bahan berikut; Tentunya peralatan untuk masak. Kompor yang sudah siap menyala dengan apinya.  Wadah untuk merebus dan menghidangkan Agar-agar nantinya. Dan peralatan pelengkap lain seperti sendok atau yang bisa digunakan untuk mengaduk. Setelah semua peralatan siap, sekarang tinggal menyediakan bahan pokoknya seperti bubuk agar-agar, gula, air, garam. Oke semua sudah siap. Langkah selanjutnya yakni langsung mengeksekusinya. Sebelum air mendidih, pasang bubuk Agar-agar kedalam air yang sudah disiapkan dalam wadah untuk direbus di atas kompor nantinya. Campurkan gula secukupnya dengan seleras yang diinginkan, lalu tambahkan sedikit garam untuk menambah sedikit rasa gurih. Jangan lupa tambahkan santan (sesuai selera) Sambil diaduk-aduk, nyalakan api dengan ukuran yang sedang pada kompor. Aduk hingga mendidih supaya bubuk agar-agar halus merata. Se