Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2014

Teruntukmu Pejuang Tangguh ( PagiNya Sepagi-paginya )

PagiNya menyapa
Sepagi-paginya membuka mata
PagiNya berkabut asa
Sepagi-paginya memanjatkan doa
PagiNya buram durja
Sepagi-paginya memulai kerja
PagiNya tak bercahaya
Sepagi-paginya menghidupi nyawa
PagiNya memancarkan sinarnya
Sepagi-paginya menjual jasa
Paginya terkikis cahaya
Sepagi-paginya meneteskan peluh raga
PagiNya tersisihkan senja
Sepagi-paginya mengulangnya

Teruntukmu Kawan ( Nostalgia Aku Kau Dan Tugas Sekolah )

Teringat masa itu kawan
Bergandengan memikul tanggungan
Terikat Tugas sekolah yang membingungkan
Berisi komponen-komponen masa depan
Terniat tuk kita jabarkan
Berdua sebangku tinta kita tuliskan
Terniang kekata yang ia senangdungkan
Bercakap tentang sajak keindahan
Terasa cepat waktu termakan
Beratus nyanyian kian ternyanyikan
Terkikis masa yang kini tinggal kenangan
Berjuta sajak kian tertinggalkan
Tersimpan asa di benak kita kawan
Bertuankan imajinasi yang setinggi awan
Teringat saat kita bersama kawan
Bersama Teringat saat kita Bersama kawan.

Renungan Hati (Berdiri Tanpamu)

Tak usah kamu beritau aku
Tentang apa itu perpisahan
Karna aku sudah tau melalui perbuatanmu
Coba saja kamu tau
Betapa rindunya aku disini padamu
Saat kebahagiaan mulai datang
Kenapa kamu malah pergi
Seakan melenyapkan kedamaian hati yang mulai kurasa
Logikaku mulai betantakan
Dan selalu meminta alasan kenapa kamu pergi dan membiarkan aku disini sendiri
Andai saja
Hatiku searah dengan pikiranku
Mungkin aku sudah tak mau lagi membuka mataku
Kini
Aku harus membiasakan diri tanpa bayangmu bahkan tanpa sepatah katapun dari mulutmu
Aku mencoba bertahan
Melalui hari tanpa sandaran
Tapi kenapa
Kenangan itu seakan menggoyahkan aku
Mengikis hasratku untuk bisa menapi jalan
Dan kini hanya cinta doa yang masih bisa ku pertahankan untukmu
Meski suatu saat nanti kamu tak diperuntukkan padaku lagi
Semoga kamu baik-baik saja disana.