Skip to main content

Kenangan Dari Ibu Kota

Hari yang sangat melelahkan, berada dalam dekapan musuh masa lalu membuatku semakin kurus. Kendaraan raksasa itu sungguh menguras isi perutku saat dahulu aku menaikinya, bus penopang puluhan orang itu kini kunaiki lagi. Tapi semuanya berubah, keadaan tak seperti dahulu kala. Saat aku hanya berdua dengan saudaraku, kini puluhan temanku yang bersamaku menaikinya. Tanpa rasa mual di perut, tanpa rasa resah yang ikut, hanya saja badankulah yang semakin mengerucut.... :-).
Lebih dari tiga malam aku berkencan bersama kendaraan raksasa itu, menikmati panas dinginnya alam bersama. Cukup melelahkan,tapi semua terbayar dengan kepuasan hati,bisa bertemu dengan saudara yang berada di dekat Ibu kota.
Tangerang City, tempat saudaraku menetap mencari sesuap nasi. Bukan hanya saudara kandungku saja yang berada di sana, sepupu ku juga berpenghasilan di sana. Dan kejadian ini mengingatkan aku waktu akhir desember 2013, iya saat itu aku istilahnya berlibur di sana. Kurang lebih satu minggu. Dan waktu itu, di malam pergantian tahun, saat-saat menuju 2014 aku dan rombonganku yakni keponakanku, sepupuku, dan saudara-saudaraku, kira-kira terdiri dari sembilan orang rombonganku menikmati malam itu di sebuah tempat wisata di daerah Ibu Kota. Begitu ramai di sana, " namanya juga tempat wisata " . Ini kejadian pada saat itu yang tak akan aku lupakan. Saat keluar dari mobil yang berada di tempat parkiran, aku dan rombonganku berjalan menuju tempat konser musik yang kebetutulan pada saat itu bintang tamunya begitu banyak. Iya aku tahu karna ada iklannya di televisi pas aku liat kemarin-kemarin. Kira-kira lebih dari 2 jam kami berjalan kaki menuju tempat itu, " kapan ini nyampe'nya", seruku sambil menghela nafas dalam-dalam. " hadeh tau nih " , jawab keponakanku. Sembari nyawa sudah ngos-ngosan dan kaki masih terus melangkah, terlihat biasan lampu di langit yang bersumber dari kerumunan orang yang sedang berjalan di depan kami. Musik itupun mulai terdengar, saat itu kami mulai merasa lega. Karna itu tandanya kecapek-an ini akan segera reda. Ternyata dugaan ku salah, iya panggung itu kelihatan, tapi masih belum jelas. Di tengah-tengah kerumunan ribuan orang, kami seakan terjepit, layaknya semut yang berjalan sedikit demi sedikit. Kurang lebih 20 menit kami masih berada dalam jeratan fanatisme pengungjung yang seakan tak menghiraukan keberadaan kami, " emang lo siapa? " . Semacam layar yang berukuran besar mulai nampak di sebelah kanan kurang lebih tingginya tiga kali lipat dari tinggi badanku. Akhirnya pagar besi itu berada di depan kami, dengan sesegera mungkin kami meloloskan diri dari jeratan makhluk yang masih tak di kenal itu.
Badai mulai reda...hahahahaha.... meski tanahnya agak becek, tak apalah . Kecapek-an ini terbayar dengan melihat Zaskia Gotik yang sedang menggeleng-gelengkan pinggulnya, " udah kayak kepala aja di gelengin " .! Pada saat itu Zaskia sedang menyanyikan lagu 1 jam saja yang sedang hits di waktu itu. Entah sudah berapa jam kami berdiri di tetepian genangan air ini. Basah ini larut begitu saja saat menyaksikan beberapa Penyanyi bergantian bersenandung di atas panggung yang gemerlap itu.
Kira-kira kurang dari tiga puluh menit menuju jam 24:00, pembawa acara dalam pertunjukan itupun naik ke atas panggung, entah apa saja yang meraka bicarakan. Tapi pada intinya kita sedang menantikan pergantian tahun pada saat itu.
CIIIIUUUU ! CIIIIUUUU ! BYUURR, kurang lebih seperti itulah bunyi kembang api yang sedang orang-orang nyalakan. Entah sudah berapa banyak kembang api yang mereka nyalakan. Hingga tiba saat itu detik-detik pergantian tahun menuju 2014. Pembawa acaranya pun mengajak kami dan para penonton yang lain untuk menghitung bersama. Hitungan itu terdengar begitu serentak. 5, 4, 3, 2, 1, Dan langitpun pada saat itu seakan menjadi taman cahaya yang di akibat oleh ribuan kembang api yang begitu indah....! Aku hanya bisa mengabadikan moment itu dengan hanphone tak bernyawa android pada saat itu .
Sungguh mengesankan pada saat itu.
Jelang kelap-kelip cahaya kembang apinya reda, kami harus kembali ke Tangerang. Karna pada saat itu, ponakanku yang paling kecil sudah kebelet pengen pulang, " bukan kebelet pipis bang?. Kami pun bergegas menuju mobil.
Perjalanan ini belum selesai. Ini terasa lebih lama dari pada yang tadi mau berangkat, dua orang di antara rombongan kami hilang dari pandangan. Namanya Popon dan Ina. Iya mereka tak tau lewat mana. Keadaan mulai bersuasana layaknya sinetron, kami mengkwatirkan mereka sambil melirik kesana kemari. Sudah lebih dari 240 menit kami mencari mereka. Hujan mulai mengguyur kawasan itu, kami pun memutuskan untuk menunggu dua insan itu di parkiran. Dan ini tidak semudah yang kami bayangkan, kami tersesat mencari tempat parkiran mobil kami. " mungkin lewat sana " ucap kakak saya yang kebutulan saat itu menjadi supir. " loh ko' kembali kesini lagi " kataku dengan muka kebingungan. Kaki kami pun seakan menjerit tak kuat lagi, sementara itu jarum jam sudah mengarah pada jam 02:30. Beberapa menit setelah kami istirahat sambil menikmati Pop mie, kami pun melanjutkan perjalan. Dan akhirnya parkiran itu kami jumpai juga. Ini bukan fiktif. Herannya dua insan, Popon dan Ina yang dari tadi bikin pusing duduk mesra pas di depan parkiran mobil kami. Hadehhh....mereka tersenyum begitu saja, " Sudah dari tadi aku tunggu kalian di sini " , si Popon berkata sambil cengar-cengir. " yaelah Popon Ina, kita cari - cari taunya ada di sini " , Kata si Om. Udah kondisiku pada saat itu campur aduk, " Lebay nih abang " . Iya gitu, Kami pulang, pas di dalam mobil aku sudah hilang ingatan begitu saja, alias tidur. Mobilnya berhenti, pas bangun udah nyampe rumah sepupuku. Alhamdulillah...Dan saat itu aku langsung curahkan segala kondisi pada bantal yang sudah menungguku disana.!

Comments

Popular posts from this blog

Belajar Budaya "Karapan Sapi Madura"

Bicara tentang Indonesia, dengan berjuta kekayaan alam dan juga budayanya, ras dan suku bangsa yang beraneka ragam, tak cukup hanya hitungan jam untuk menceritakan betapa elok dan melimpahnya harta Indonesia. 

Membahas soal Indonesia, memang tak ada habisnya. Sekitar 17.504 pulau yang dimilikinya, dan bermacam budaya juga tradisi yang terbilang kaya dan masih lestari hingga hari ini.
Indonesia memang sangat asyik untuk diulik, apalagi tentang budayanya.
Di postingan kali ini, kita akan belajar dan mengenal salah satu budaya yang ada di Indonesia bagian timur.
Sudah ada yang pernah tahu tentang Karapan Sapi? Tradisi yang hanya dimiliki oleh orang-orang Madura dan masih terlestarikan sampai hari ini.
Yuk kita mengulik sedikit tentang Karapan Sapi bersama Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR), Bangkalan, yang akrab di sapa Muhyi. 


Karapan Sapi itu apasih?
Karapan Sapi adalah perlombaan pacuan sapi, dimana biasanya sapi di adu sebagaimana balapan lari. Dengan satu joki yang menumpangi sepasang sapi …

Kopi Tuli?

Salam para readers, rasanya sudah lama kita tidak bertegur sapa via aksara. Semoga kita masih di berikan rasa mau untuk terus menulis dan membaca. Aamiin...

Oke para readers, setelah sekian lama kita tidak membahas tentang kuliner, dan rasanya kangen juga buat ngereview lezatnya kuliner yang ada di negeri tercinta ini.

Pada nuansa malam Lebaran Idhul Adha, masih dengan galaunya hati yang merindukan moment kebersamaan bersama keluarga, namun apadaya keadaan belum bisa memulangkan saya dari kota rantau ini, *hiks...
Sedikit mengobati rasa galau, saya di ajak oleh dua teman saya yang sama-sama tidak bisa takbiran bersama keluarganya, mereka membawa saya ke suatu tempat dimana jaraknya tidak terlalu jauh dari kost-an yang saya tempati, yakni di daerah Ciputat.



Berada di daerah Tangerang Selatan, sebuah kedai kopi berdiri di lintasan Jalan Raya Krukut No, 70, Cinere, Depok. Tadinya saya agak bingung, karena sebelum berangkat, kedua teman saya ini mengajak saya untuk mencicipi minuman yang…

BINGUNG MILIH JURUSAN KULIAH? ATAU MERASA SALAH MASUK JURUSAN? BERIKUT TIPS JITU MENGATASINYA!

Masuk dan terdaftar sebagai salah satu Mahasiswa di suatu Univertas memang menjadi keinginan banyak pelajar ketika akan melewati masa sekolahnya. Namun tidak sedikit yang merasa kebingungan ketika hendak menentukan pilihan jurusan dalam jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Saya mau daftar di jurusan Public Speaking, tapi saya pemalu takut di suruh bicara ini itu. Mau daftar di jurusan akuntansi tapi basic saya di ilmu pengetahun sosial. Aduh gimana ya?”  Mungkin pernyataan di atas pernah di alami oleh sebagian calon Mahasiswa ketika hendak menentukan jurusan kuliahnya.
Kali ini saya akan berbagi tips dari salah satu alumni di salah satu kampus yang berada  di daerah Ibu kota Jakarta.

Membahas tentang jurusan dalam dunia perkuliahan, kuliah sendiri itu apa sih?
“Bicara kuliah bicara Universitas. Universe adalah semesta, dimana terbuka lebar kebebasan dan keragaman, tentunya dengan batasan. Kebebasan dan keragaman adalah sesuatu yang mesti dikelola.” Pemaparan dari Muhktar Fauzi yang…