Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2015

Surat Cinta Entah Untuk Siapa

Aku sengaja membuat surat ini Walau nyatanya entah untuk siapa Awalnya ku pikir cukup gila Mengutarakan rasa yang masih tanda tanya Kedengarannya memang aneh Merakit kata entah untuk siapa Aku sengaja berharap Berharap suatu saat nanti Entah nantinya itu kapan Aku bisa membacakan surat cinta ini Wahai adinda Aku mencintaimu Melebihi cintamu padaku Aku menyayangimu Melebihi sayangmu padaku Akan ku sebut namanya Di hadapannya Sambil menatapnya Menggenggam tangannya Aku berharap Seusai membaca surat cinta ini Ku lihat senyum di bibirnya Dan aku akan mengubah judul surat ini Menjadi Surat cinta untuk adinda

Cinta sesaat

Aku masih belum bisa menyimpulkan kisah ini Ikatan antara kita entah sudah seperti apa Aku menyayangimu Dan akupun yakin, kau juga menyayangiku. Semenjak kita sering menghabiskan separuh hari bersama Jalinan antara kita kian semakin bertambah hangat . Perpisahan seakan membuktikannya Mengantarkan pada kerinduan yang amat mendalam. Tapi entahlah... Ini cinta atau hanya angin sejuk yang numpang lewat saja. Lama-lama firasatku mulai tidak baik Selain jarak yang memang tak sedekat dulu, Kontak antara kita mulai terasa renggang tak seperti dulu. Lama kelamaan aku merasa rasa sayangpun mulai memudar Rasa perhatianmu padakupun sepertinya mulai berkurang. Dan akupun mulai sadar... Ini memang cinta sesaat Semakin dekat jarak antara kita Maka semakin erat pula hubungan kita. Dan semakin jauh jarak antara kita Maka kadar sayangpun mulai berkurang seiring berjalannya waktu Pengikat antara kita sudah tak sekuat dulu lagi. Semenjak komunikasi tak sesering seperti dahulu, maka k

Lebih Dari Sekedar Chatting

Masih pagi... Bunyi handponeku sudah mulai berisik.  Sengaja ku taruh di rak tempat bukuku dari semalem. Terpaksa aku ambil meski belek masih belum aku singkirkan, ku lihat notifikasi sudah ada lebih dari 40 dari WA saja. Bukan terkejut sih, karena ini hampir tiap hari aku rasakan, lebih tepatnya keramaian di WA meningkat pas bulan puasa. Sengaja masih belum ku baca apa isi dari percakapan itu, karena aku tahu masih ada sesuatu yang harus aku singkirkan di mataku, IYA BELEK... Mulai aku baca. Tentang kerinduan, rasa sayang yang terpendam, simponi masa lalu yang hangat di perbincangkan. Begitulah isi dari obrolan yang tak pernah bosan aku baca setiap harinya. Dan aku rasa semua itu bukan hanya sekedar chatting, lebih dari sekedar chatting. Sebuah group di bangun berpondasikan ikatan persahabatan yang sudah lama terjalin, lebih tepatnya tempat ngumpul saat raga berjauhan. Ngertikan.... Rindu tertuang, sayang tersalurkan, iya juga namanya sahabat, pastilah akan merasa ada yang aneh

Pertemuan Yang Singkat

Mengingat masa yang seakan masih kemarin Tanpa nama kita saling pandang memandang Masihkah kau ingat Dikala itu kau senyum padaku meski kita belum saling tahu Masihkah kau ingat Saat kau melihatiku mengepel kamar mandi karena ulahnya bukan karena ulahku Aku masih ingat Kita pernah tersipu malu di depan kelas tak sengaja sampah yang mempertemukan kita di waktu itu Semua itu hanya sepintas cerita tentang pertemuan kita... Kini kita sudah bernama Bukan hanya tersenyum Kita sekarang bahkan bisa tertawa bersama Kini kita juga sudah saling tatap muka Bukan hanya melihati dari kejauhan Kita sekarang bahkan bisa saling mengusap air mata... Semua itu hanya sepintas cerita tentang akhir pertemuan kita... Aku masih mengingatmu seperti masa yang seakan masih kemarin.