Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2015

Masanya Sudah Habis

Masih belum bisa lupa dengan kejadian kemarin. Kenapa hati ini masih tak karuan begini, sepertinya aku belum siap meninggalkan bait-bait yang telah ku tulis di hari kemarin. Beberapa bait sederhana yang berkisah tentang mereka-mereka insan pelipur lara. Mereka-mereka adalah sahabat-sahabatku yang mampu menenggelamkan keterpurukan hidupku. Siapa lagi yang bisa melakukan hal itu, hahaha... Mungkin memang terlalu berlebihan aku mendeskripsikan tentang mereka, mereka yang memang terlanjur berlebihan aku sayangi. Aku tak peduli mereka menganggap aku apa, yang aku tahu mereka selalu membuatku merasa nyaman berada di samping mereka. Yang aku tahu mereka juga menyayangiku. Itu hanya sepintas penjelasan beberapa bait tentang mereka. Masih banyak bait-bait lain yang akan sangat aku rindukan. Beberapa bait yang telah tercipta karena kasih sayang yang mereka berikan padaku. Mereka adalah inspirasiku, motivator, guru kehidupanku yang selalu mengingatkan aku bagaimana cara hidup yang baik. Lal

Aku Teringat

Aku teringat Masa dimana kita makan kripik bersama Apakah kau juga ingat Saat kita melukisnya dengan coklat Aku sering menulis namaku di kripikku Dan kaupun juga menulis namamu di kripikmu Mungkin kau tak pernah tahu Di tetepian bibirmu berlumuran coklat Dan akupun tak pernah tahu Apakah di tetepian bibirku juga begitu Hahaha.... Aku sangat merindukan masa berseragam merah putih dulu Aku teringat Waktu itu aku dalam jeratan film animasi Tapi aku tak tahu apakah kau juga seperti aku Kita pernah menulis keinginan kita di secabik kertas Saat itu aku terobsesi untuk punya playstation yang ngehits sekali di waktu itu Aku teringat Aku menulis Ya Allah, aku ingin punya playstation Entah apa yang kamu tulis di secabik kertas punyamu Kita menyelipkan harapan kita di jendela kelas kita Lubang kecil yang di buat oleh rayap Adalah tempat persembunyian kertas yang berisi harapan kita Tepatnya di belakang lemari Saat kita memakai seragam pramuka Mataku berkaca-kaca Berharap

Mohon Maaf Lahir Batin. Mohon Maaf Cinta Masa SMA Di Tinggalin

Selamat hari raya Idul Fitri. Mohon maaf lahir batin buat yang sedang baca ini. ku harap si dia yang paling parah tancapkan luka di hatiku juga baca ini . Semoga di eid mubarok kali ini kita benar-benar saling memaafkan dan kembali fitri. Entah bagaimana kalian mengartikan lebaran kali ini. Mungkin ini adalah lebaran yang cukup di bilang menyedihkan bagiku. Bagaimana tidak, kali ini aku sudah lulus dari sekolah menengah akhirku. Beberapa hari lagi wisuda purna siswa, mungkin di situ kesempatan terakhirku berkumpul bersama semua teman-teman seperjuanganku. Aku sedang membayangkan, satu persatu nama kami akan di panggil untuk menaiki panggung yang megah. Memakai toga, pura-pura tersenyum berjalan sepelan mungkin di hadapan para guru, sambil tersenyum menerima simbol kelulusan. Ku rasa hati akan merasa tersentuh saat itu, tapi sepertinya fotografer yang sedikit bersembunyi itu harus membuat kami kelihatan keren dan wibawa, iya karena kami akan di foto saat itu. ( Hahaha...sedikit

Ada air mata yang tersembunyi

Ada air mata yang tersembunyi Di balik raga yang berdiri tegak segagah arjuna Ada air mata yang tersembunyi Saat nahkoda tak mampu menenangkan penumpang yang berteriak ketakutan Ada air mata yang tak membasahi pipi Saat menyayangi orang yang membenci Saat mencintai orang yang menyakiti Ada air mata yang tak membasahi pipi Saat kenari tak seistimewa merpati Dan ada hati yang mulai menangis Melihati kekasih hati mengais cinta seseorang tanpa nama