Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2015

PECUNDANG

Hari begitu aneh ku rasa
Keadaan serasa membuatku menggilaBaju-bajuku membesar
Celana yang ku pakai semakin longgarRambutku acak-acakan
Nasib terlanjur berantakanYa Tuhan...
Bagaimana
Aku harus bagaimanaMataku sayup
Mulutku kuncupTelingaku berdengung
Fikiranku linglungKakiku mulai ragu tuk melangkah
Tanganku gemetar penuh peluh basahAku adalah pecundang
Tak lebih seperti binatang jalangAngan terlanjur melangit
Daya tersisa sedikitHari esok amat kejam kata mereka
Aku semakin kerdil mendengarnyaAku kehilangan arah
Aku kehilangan arahAkulah pecundang
Tak lebih seperti binatang jalang

Kayu Yang Di Bawahnya Terdapat Seperti Akar-akar

Almamater yang bertera tulisan mahasiswa sudah mendekap sebagian tubuh kawanku
Aku mulai memegang kayu yang di bawahnya terdapat seperti akar-akarSaat ransel sudah bergelantungan di kedua bahu kawanku
Aku masih melenggak lenggokkan kayu yang di bawahnya terdapat seperti akar-akarSepatu pantofel sedang membaluti kaki kawanku
Sementara aku dengan kaki telanjangku masih membersihkan debu dengan kayu yang di bawahnya terdapat seperti akar-akarKawanku mulai di sibukkan dengan tugas-tugas kuliahnya
Sedang aku mulai beralih dari lantai sebelah barat ke lantai sebelah utara untuk membersihkan debu dengan kayu yang di bawahnya terdapat seperti akar-akarKertas demi kertas tergores oleh penanya
Lantai demi lantai ku bersihkan dengan kayu yang di bawahnya terdapat seperti akar-akarLantainya sudah bersih
Ranselnya sudah terisi penuh berkas-berkasKu tinggalkan kayu yang di bawahnya terdapat seperti akar-akar
Dia dekap laptop kesana dan kesituSejenak aku merenung
Sekejap dia pergi
Aku teringat tenta…

Masih Tentang Kawan Masa SMA

Entah kenapa ini fikiranku masih saja belum bisa berpindah dari cerita masa SMA. Mungkin karena mereka sangat menyayangiku, atau hanya aku yang terlalu berat hati berpisah dengan mereka. Entahlah....Mereka sekarang sudah mulai menjauh. Aku yakin mereka tidak ingin saling menjauh, begitupun dengan aku.
Kami sekarang sudah berjauhan, tempat yang di kunjungi tiap pagipun kini tak sama. Begitupun dengan nasib kami yang sungguh jauh berbeda. Kami sahabat dari masa SMA, dan sampai selamanya.Sedikit ku ceritakan informasi tentang keberadaan para sahabatku, hanya sebatas mengingat.
Namanya Nadira, dia adalah sahabat SMA ku yang sekarang sudah resmi menjadi Mahasiswi di salah satu Universitas yang sudah berakreditasi A di kota Malang. Dia memang pintar, ya gitu.Namanya Asro, dia juga sahabatku. Dia juga pernah menjadi rekan timku saat mengecat tembok di sekolah. Kita juga pernah berjuang bersama mengikuti SBMPTN tahun 2015 ini. Naik motor bersama, naik angkot bersama, naik becak bersama, mela…

Menikmati Hari Tak Berujung

Ini adalah hari selasa pertama yang terasa hambar bagiku. Karena sebelumnya biasanya setiap hari selasa aku di sibukkan dengan tugas-tugas sekolah, sekarang sudah menjadi alumni, jadi memang terasa masih sangat tidak nyaman dengan keadaan yang sekarang.Tepat di hari selasa di minggu kemarin, aku masih di sibukkan dengan persiapan acara Wisuda purna siswa, jadi masih hangat-hangatnya kejadian waktu itu menyelimuti ingatanku.
Mereka masih ku ingat, saat memakai toga, saat foto bareng acak-acakan... Haaaahhhh udahlah,... Mengingat kejadian itu, membuatku semakin rapuh saja.Masih di hari selasa, hari yang amat terasa hambar. Di hari-hari yang lain, biasanya bantu-bantu bapak kerja. Tapi kalau udah hari selasa, keadaan mulai datar tak karuan. Karena hari selasa hari liburnya bapakku bekerja. Mungkin ini yang di maksud hari tak berujung. Ya sudahlah nikmati saja.Hari selasa sudah mulai beranjak menuju selasa malam alias malam rabu. Besok mulai sekolah lagi, eh kerja lagi. Lebih tepatnya ban…