Hitam Hitam Menggelikan ( Bagian 1 )

Masih di musim kemarau yang berkepanjangan ...

Karena hari ini hari selasa, jadi aku gak kerja bantu-bantu orang tua. Bukan gak mau, cuma memang hari selasa adalah tanggal merahnya bapak kerja.
Kurang lebihnya selama 4 jam leyeh-leyeh di depan tv, akhirnya mulai juga drama turki yang mampu menghisap perhatian ku.

Cinta Di Musim Chery, mungkin sudah gak asing lagi bagi kalian, bagi kalian yang sering nonton sihhh !!!
Gak tau kenapa, episode hari ini pada berantem. Udah si Ayaz dari kemarin-kemarin sampai sekarang belum baikan sama Oyku. Eh sekarang nambah Emre yang ngambek karena ulah Burcu. Sibel yang kesel sama Ilker, sampai dia pergi ninggalin rumahnya. Belum lagi kelakuan Seyma yang bikin Mete sebal.
Auah gelap...

Eh maaf, omongan aku di atas agak ngaco. Maklum lagi pada demam Drama Turki. -__-

Kurang lebih jam2 siang, aku di ajakin bapak ke tempat dimana terdapat kayu-kayu berserakan. Katanya sih mau bikin kandang kambing.
Yupp ... Mebel, sebutannya gitu ! Cuaca hari ini emang lumayan panas, bukan lumayan lagi tapi udah tingkat siaga. Kaus berwarna belang merah putih membuat Pede ku hari ini menjadi lebih baik dari hari sebelumnya. Dari sela - sela kayu yang berdiri tak beraturan, empat pria lumayan tua ku lihat sedang ngobrol begitu asiknya. Sesampainya di sana, bapak ku langsung menyatu di antara orang-orang itu. Namanya juga seangkatan ! Makanya langsung akrab . Nah aku ??? Ya cuma bisa senyam senyum sambil ngelus - ngelus kayu yang sudah di bentuk sebegitu seksinya.

Karena cuaca sudah mulai makin panas, aku berbisik ke bapak, seolah memberi kode, " Mana, pak kayu yang harus saya bawa, sepertinya panasnya makin jadi nih " . Dari raut wajahnya sih, si bapak memang buru-buru mau pulang. Tapi sepertinya sayang buat ninggalin teman - temannya karena terlalu asik untuk di tinggalin. Jadi inget kawan - kawanku di masa SMA nih . Hikz ...

Dan kami pun, aku dan bapak ku, pulang dengan memikul masing - masing dua kayu di bahu kanan kami. Kurang lebih panjangnya 3 meter ukuran persatu kayu, dan lebarnya sekitar 5 ruas jari lah . Berat kan?...
Kopi hitam sudah menanti kami di atas Lencak. Semacam tempat duduk yang lebih luas dari kursi biasanya.
Sedikit menyeruput kopi hitam, dan kami pun mulai bekerja. Mulai dari menggergaji bambu, merautnya, dan memotong kayu-kayu tadi di sesuaikan dengan ukuran yang sudah bapak tentukan.

Bahan sudah siap, dan alatpun sudah lengkap. Sekarang waktunya kami melekatkan kayu yang satu ke kayu yang lain, bambu yang satu ke bambu yang lain.
Sepertinya bapak ingin menguji kemampuanku dalam urusan ini. Layaknya seorang mandor, dan aku kulinya. Kami bekerja sama menyelesaikan semua ini. Karena kandang yang kami buat berada satu lahan dengan kandang sapi, jadi hitam hitam menggelikan itu masih jelas ku lihat, baunya masih menyengat, dan masih hangat saat ku injak . Ah elahhh... Mau muntah rasanya !
Tapi karena aku cowok sejati, gengsi dong kalau pingsan cuma gara-gara tai sapi.
Sedikit terganggu dengan keadaan yang seperti ini, jadinya kadang kena tangan pas lagi mukul paku. Lumayan, jempol ku sudah memerah, sepertinya besok bakalan bengkak.
Beda dengan kejadian 9 tahun yang lalu. Waktu itu aku masih kelas 3 SD, masih gendut gendutnya. Model rambut mirip artis china waktu itu, namanya Boboho, iya gaya rambut aku mirip sama gaya rambut Boboho. Yakni model GUNDUL ...
Udah perut gendut, rambut gundul. Untung waktu itu aku gak jelek jelek amat. -__-

9 tahun lalu, aku suka banget sama yang hewan yang namanya ayam. Aku masih ingat, ayam pertamaku warnanya cokelat, Jenis kelaminnya cewek, status masih jomblo waktu itu. Ayah membelikannya untukku. Masih tanpa nama, ku sering menemuinya.
Bangun tidur langsung liatin dia di dalam kandang ayam. Pulang sekolah, seragam masih mendekapku, sempetin lihat dia.
Hingga makanpun kadang sambil liatin dia, tapi gak sampe makan sepiring berdua juga dengan dia.

Setelah beberapa bulan ayamku beradaptasi dengan lingkungan di sekitar rumahku, akhirnya dia hamil ! Entah lelaki biadap mana yang telah mengencaninya. Yang pasti saat itu aku senang sekali, karena ayam ku sudah mulai bertelur. Seperti sarang burung gitu bentuknya, tapi lebih berantakan tatanan sarang telur ayamku ini.

Hari pertama ayam ku bertelur, betapa gembiranya hati ku saat itu. Horeeeee !!! Karena waktu itu belum cukup populer kata Lebay, jadi gak ada yang ngatain aku lebay.
Tiga hari berlalu, aku merasa bosan menunggu terlalu lama. Mulai timbul pertanyaan dalam pikiran ku, dan aku putuskan untuk bertanya pada bapak ku.
" Pak, kenapa ayam ku cuma bertelur satu tiap hari? Kenapa gak dua atau lebih banyak ? ". Dengan senyum simpul, bapak menjawab pertanyaan ku, " memang begitu adanya, syukuri saja ! Dari pada gak bertelur " . Dalam hati, " iya juga ya ".

Aku belajar bersabar dari kejadian itu. Ingin ku tiap hari ayam ku bertelurnya banyak. Tapi nyatanya, harapan tak selalu sejalan dengan kenyataan. Nikmati saja lah !!!

Sampai tiba waktu dimana jumlah telur ayam ku sudah mencapai sebelas. Besoknya dia berhenti bertelur, besoknya lagi aku mulai khawatir.
" kenapa nih ayam ku kok gak bertelur lagi ", cemas karena takut ayam ku kenapa kenapa, ku putuskan untuk bertanya lagi pada bapak.................. .................. .................. .................................... .................. .................. ..................

Bersambung ...

Coming soon Hitam Hitam Menggelikan ( Bagian 2 ) . Hanya di ziachmad.blogspot.com .

Don't go anywhere !

Hitam Hitam Menggelikan ( Bagian 1 ) Hitam Hitam Menggelikan ( Bagian 1 ) Reviewed by Fauzi Achmad on September 22, 2015 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.