Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2017

Mahasiswa Baru Kuli Veteran

Dari kemaren2 pengen banget nulis, tp waktunya gila, sibuk parah. * artis kali sibuk banget.wkwkwk . Mumpung sabtu, kerjaan agak ringan dari pada hari lainnya * selain minggu . Gw sempetin nih coret2 dikitlah. Selain kerjaan, sekarang aktifitas harian gw juga udah mulai nambah. Kuliah misal. * cie mahasiswa cuy ... Dari status sebagai kuli doang, sekarang udah tambah panjang gelarnya. Mahasiswa Kuli . Ya gitu deh... Dari yang awalnya cuma berteman dengan para pedagang kaki lima doang di pinggir jalan, sekarang udah nambah lagi temennya sama yang lebih .....hmmm.. Apa ya??? Eh, udh jam brp nih, lanjut ntar lagi nulisnya. Wadaw..... Cuma beberapa baris doang -_-

Ada yang tertinggalkah?

Dan bahagia tidak bisa menjamin untuk hidup besok. Hari ini gue oteweh lagi ke tangerang. Di kampungnya udahan, tahun besok pulang lagi. Amiiinnn..... Meski rasa tidak se ngeh seperti bulan lalu, tapi puaslah di kampung halaman bisa silaturahmi. Bertegur sapa, bercanda, sampai tertawa hangat mengingat hari kemarin yang amat menggelikan. Teman itu emang asik. Kalau lagi jauh jaraknya dan komunikasinya jarang, berarti lagi sibuk sama urusannya, bukan berarti jauh hatinya. Teman yang seru dan mengasikan itu banyak, tapi yang bikin adem dan damai itu tidak semuanya. Teman yang sering bercerita tentang akhirat dan mengajarkan untuk mencintai nabi, misal. Intinya,,, Bertemanlah dengan siapapun, tapi dekatilah orang-orang alim.

Hari ke-7 di kampung halaman

Dan sedikit sedikit, pelajaran datang dari sebuah keadaan. Nyamannya disini, di kampung halaman. Tidak bisa di tukar dengan apapun. Rasanya bahagia banget. Tapi, kebahagiaan ini apa bisa menjamin untuk bisa melanjutkan hidup besok? Hari ini gue bahagia, gue nyaman, tapi apa gue bisa hidup tanpa uang? Tanpa kerja yang melelahkan dan membuat semuanya rumit, apa gue bisa bertahan hidup tanpa semua itu? Tanpa duit gue bisa bahagia, tapi tidak bisa makan. Kalau sudah begitu, mau bahagia atau mati? Keadaan akan mempertegas lagi besok2. Pasti !

Hari ke-6 di kampung halaman

Masih dalam balutan kenyamanan yang amat melimpah ini. Sungguh nikmat yang luar biasa, meski lebaran sudah di lewati, bersama keluarga di suana kemarau. Meski debu, panas yang lumayan, keadaan ekonomi yang gak begitu mewah bahkan bisa di kategorikan kalangan bawah. Nyamannya ini tidak bisa di beli dengan apapun. Kenapa ya??? Mungkin besok2 akan ku temukan jawabannya...