Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2019

Pagi, Mentari

Alinea pagi ini di awali dengan ngelanturnya diri saat di bangunkan oleh Ibu. Berada dalam bunga tidur yang membawa saya pada suasana yang masih serasa bulan puasa, padahal Idulfitri sudah tiba. Selamat pagi, Mentari. Aku sudah mandi, menyambutmu dengan menggunakan sarung, baju koko dan juga peci, semoga diri ini menjadi lebih baik seperti keadaan di hari ini yang di namai Hari Raya Idulfitri. Di meja makan sudah tersaji nasi putih, bebek goreng, opor ayam, dan makanan penutup lainnya. Seperti biasa, inilah tradisi yang sudah sejak lama saya rasakan. Sembari sibuk membereskan urusan dapur, peringatan - peringatan kecil seperti untuk sarapan dulu sebelum berangkat melaksanakan solat id ke masjid dari Ibu terdengar sangat merdunya, dan saya suka. Suara - suara yang amat saya rindukan ketika berada jauh dari keluarga. Di depan teras rumah sudah terwarnai sedikit cahaya mentari, dan di kejauhan sana, para tetangga juga sedang sibuk mengurusi rumahnya dan juga menyerukan

Suasana Lebaran

Banyak kesibukan yang terjadi ketika di ujung hari ramadan. Di beberapa daerah, di kota Madura ini, kota yang masih kental adat dan juga budayanya, langit ketika malam lebaran terhiasai oleh ledakan bahan bahan kimia yang di namai petasan. Di beberapa ruas jalanan banyak motor - motor yang berbunyi nyaring dan bukan hanya satu. Selain hal itu, malam ini juga menjadi wadah bagi para warga untuk melangsungkan pawai, beberapa warga berkumpul sambil membawa obor dan berjalan ke sekitaran desa, sambil menyuarakan takbir secara bersamaan. Dari sisi lain, para orang tua sedang sibuk mempersiapkan makanan untuk perayaan besok. Di antaranya ada yang membersihkan bulu ayam dan juga bebek yang sudah tersembeleh, ada juga yang mengupas bawang dan juga mempersiapkan rempah - rempah lainnya untuk di jadikan bumbu masakannya. Dari sisi lain lagi, banyak orang mengutarakan kebahagiaan malam ini via pesan yang di sampaikan dengan digital. Kalimat - kalimat ucapan "Maaf"

Jejak Digital Kelana

Dua hal yang membuat saya sedih pada saat saya sedang menulis tulisan ini adalah, sebentar lagi bulan Ramadan akan segera berlalu, dan yang kedua yakni kebiasaan saya yang sudah mulai sangat jarang untuk menulis di blog ini. Untuk menulis hal ini, butuh banyak waktu dan sudah beberapa hari belakangan ini saya merenungkan ide ini pantas atau tidak untuk saya publikasikan lewat media online, untuk di baca yang bukan hanya saya itu membuat saya berpikir beberapa kali untuk menuliskan catatan - catatan pribadi saya yang mungkin akan memakan banyak waktu kedepannya. Dan setelah rambut saya beruban walaupun masih belum begitu ketara saperti sekarang ini, keputusan untuk menuliskan jejak perjalanan saya dalam blog pribadi ini mungkin tidak begitu berpengaruh buruk tentunya untuk diri saya pribadi, dan yang saya harapkan dari tulisan ini mampu mengingatkan saya suatu saat, bahwa saya pernah mempunyai cita - cita yang harus saya gapai ketika saya mulai tidak bergairah lagi menja