Skip to main content

Suasana Lebaran



Banyak kesibukan yang terjadi ketika di ujung hari ramadan.
Di beberapa daerah, di kota Madura ini, kota yang masih kental adat dan juga budayanya, langit ketika malam lebaran terhiasai oleh ledakan bahan bahan kimia yang di namai petasan. Di beberapa ruas jalanan banyak motor - motor yang berbunyi nyaring dan bukan hanya satu.

Selain hal itu, malam ini juga menjadi wadah bagi para warga untuk melangsungkan pawai, beberapa warga berkumpul sambil membawa obor dan berjalan ke sekitaran desa, sambil menyuarakan takbir secara bersamaan.

Dari sisi lain, para orang tua sedang sibuk mempersiapkan makanan untuk perayaan besok. Di antaranya ada yang membersihkan bulu ayam dan juga bebek yang sudah tersembeleh, ada juga yang mengupas bawang dan juga mempersiapkan rempah - rempah lainnya untuk di jadikan bumbu masakannya.

Dari sisi lain lagi, banyak orang mengutarakan kebahagiaan malam ini via pesan yang di sampaikan dengan digital.
Kalimat - kalimat ucapan "Maaf" hampir memenuhi beranda di semua Sosial Media. Notifikasi di handphone pun juga banyak yang mengungkapkan permintaan maaf dan juga ajakan untuk memulai lembaran baru.

Sangat ramai dan sibuk sekali memang di daerah ini ketika malam penghujung ramadan.

Nampaknya malam ini adalah malam yang sangat bahagia bagi banyak orang. Terlepas dari kebiasaan kebiasan di bulan puasa, mungkin adalah salah satu jawabannya.

Dan ternyata tidak semua orang benar - benar bahagia pada malam penghujung bulan puasa ini.
Dari sudut yang berbeda, ada sebagian orang tua yang menangis karena belum bisa bertemu dengan anaknya yang belum pulang dari kota Rantau, Melakukan video call sambil mengaduk opor ayam yang akan di sajikan buat besok, dan ada juga yang menguatkan dirinya dengan berupaya menonton letupan petasan di atas langit sana.

Dari sudut yang berbeda lagi, seorang perantau meneteskan air matanya karena tidak lama lagi harus berangkat untuk meneruskan pekerjaannya di kota seberang, matanya berair seolah ungkapan yang sangat terpukul karena akan berpisah dengan keluarganya.

Belum berhenti suara petasan yang bergantian di langit sana, tawa dan tangis masih bercampur ria di wilayah ini.

Madura...

Comments

Popular posts from this blog

Belajar Budaya "Karapan Sapi Madura"

Bicara tentang Indonesia, dengan berjuta kekayaan alam dan juga budayanya, ras dan suku bangsa yang beraneka ragam, tak cukup hanya hitungan jam untuk menceritakan betapa elok dan melimpahnya harta Indonesia. 

Membahas soal Indonesia, memang tak ada habisnya. Sekitar 17.504 pulau yang dimilikinya, dan bermacam budaya juga tradisi yang terbilang kaya dan masih lestari hingga hari ini.
Indonesia memang sangat asyik untuk diulik, apalagi tentang budayanya.
Di postingan kali ini, kita akan belajar dan mengenal salah satu budaya yang ada di Indonesia bagian timur.
Sudah ada yang pernah tahu tentang Karapan Sapi? Tradisi yang hanya dimiliki oleh orang-orang Madura dan masih terlestarikan sampai hari ini.
Yuk kita mengulik sedikit tentang Karapan Sapi bersama Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR), Bangkalan, yang akrab di sapa Muhyi. 


Karapan Sapi itu apasih?
Karapan Sapi adalah perlombaan pacuan sapi, dimana biasanya sapi di adu sebagaimana balapan lari. Dengan satu joki yang menumpangi sepasang sapi …

Puisi Buat Mantan Gebetan Terindah

Bicara tentang masa lalu,gue ingat pada waktu gue masih nge-gebet cewek antagonis di masa Putih biru-biru.Gue sempet bikin puisi buat dia,saat gue baca sempet gue mikir "ternyata dulu gue puitis banget" .Nih puisi gue buat gebetan gue di masa Putih biru-biru >Cinta atau matematika
Di posting oleh Fauzi Achmad pada 02:13
AM, 06-Jun-13Cintaku padamu bagaikan " PI "
dalam sebuah rumus
matematika yang berarti suatu
ketetapan,tapi cintaku padamu
tidaklah seperti " GRADIEN "
yang berarti kemiringan suatu garis.
Cintaku bukan pula seperti "
JARI - JARI " yang bersifat
setengah dalam suatu
lingkaran,namun cintaku
bagaikan " DIAMETER " yg bersifat
utuh dlm sbuah
lingkaran.
Cntaq juga bkan pula seperti
" SKALA " yg berarti suatu
pengukur,tapi melainkan
seperti bentuk " BOLA " yg tidak
dapat di ukur dan tak
terhingga.Puisi itu gue ambil di blog gue yang jadul.Sebenernya puisi itu udah lama gue buat,tapi baru tahun kemaren g…

Basecamp Caffe, Idolanya Tempat Tongkrongan Di Ciputat

Temen-temen Mahasiswa Uin Jakarta, atau temen-temen yang tinggal di sekitaran Ciputat dan suka nongkrong pasti tau nih tempat ngopi dan ngobrol yang satu ini.


Suasana di tempat ini memang nyaman. Meski atapnya terbilang begitu dekat ke kepala, namun nuansa yang seperti ini cukup mengingatkan para pengunjung (terutama saya) agar selalu merasa rendah (hati).
Sempat meliburkan jam operasi beberapa bulan lamanya, Basecamp Cafe baru-baru ini kembali beroperasi dan tak kehilangan citranya sebagai salah satu Cafe yang terbilang ramai di area Ciputat ini.


Jam buka tempat tongkrongan ini dimulai dari 09:00 sampai jam 03:00 wib setiiap hari Kamis-Rabu.

Untuk menu di tempat ini sudah bisa dikategorikan dalam kata 'lengkap', Ada makanan berat untuk mengenyagkan perut, Nasi Goreng dan beberapa makanan lainnya.
Buat yang sekadar mau nyemil, tersedia pisang cokelat, kentang goreng, dan makanan ringan lainnya. Soal Kopi-kopian, di tempat ini sudah disediakan untuk para pengunjung dengan berb…