Skip to main content

Kandang Godzilla



Minggu, 19 Mei 2019. Tetiba datang sebuah pemikiran untuk melakukan destinasi seperti orang-orang pada umumnya. Niatan tiada lain, untuk menghibur diri, membuang jenuh dan dengan harapan bisa mencairkan rasa capek yang sudah lama bergelantungan dalam diri karena di setiap hari di suguhi dengan kerja, kerja dan kerja.

Tanpa rencana dari jauh-jauh hari, saya dan teman saya melajukan kendaraan ke arah Tangerang Kabupaten. Hanya mengambil referensi dari instagram pada saat itu juga, teman saya yang biasa di panggil Rijal, langsung meyakinkan saya untuk melaju ke daerah Cisoka, tepatnya di kawasan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten. 
Sebuah tempat yang katanya menyajikan spot - spot foto yang sangat unik dengan pemandangan sawah, dan juga tebing - tebing yang menjulang.

Dari titik awal pemberangkatan, yakni di Cipondoh, Tangerang Kota. Kita menaiki kendaraan beroda dua dengan perlengkapan keamanan berkendara yang sudah komplit. Hanya mengeluarkan uang sejumlah Rp 20.000 untuk bahan bakar kendaraan, kita sudah meluncur ke arah tempat wisata yang tercatat dengan jarak tempuh 1 jam 46 menit di layar handphone yang sedang membuka aplikasi google map.

Sekitar jam 9 pagi pemberangkatan, dan sekitar kurang lebih jam 11:00 WIB tibanya disana, melebihi dugaan sampai aplikasi di ponsel pintar tadinya. Kami sudah sampai pada kawasan yang bertuliskan "Selamat datang di kawasan tempat wisata Tebing Koja", seorang anak kecil sudah menunggu kedatangan kami di tengah jalan, sambil mengarahkan dan bersuara "Parkir ke kanan, Bang, parkir wisata Tebing Kojanya ke kanan."

Kali pertama saya dan juga Rijal ke tempat ini, mengikuti arahan dari anak kecil tadi, dan kami sampai di sebuah tempat parkiran yang sama sekali tidak ada motor satupun.
Setelah sedikit berbincang dengan penjaga di kawasan tempat wisata ini, memang keadaan saat bulan puasa dan musim kemarau di tempat ini tidak begitu ramai seperti saat musim lainnya.

Saat itu, memang saya dan Rijal cukup tebilang extreme, dalam keadaan berpuasa, dan sesampainya di sana cuaca sedang panas-panasnya karena memang Matahari sedang berada di arah jarum jam 12.

Melanjutkan langkah, kami berjalan menuju kawasan Tebing Koja yang di julukinya Kandang Godzilla. Dari pintu masuk yang di sambut dengan sebuah gardu tempat penjagan kawasan ini, selanjutnya kami di teduhkan oleh jejeran pohon pohon bambu.
Sempat bingung mau memulai berfoto di area yang mana. Karena memang di tempat ini terbilang sangat luas.

Ketika masuk ke dalam area Tebing Koja, ternyata banyak gubuk yang sepertinya tempat para pedagang berjualan makanan ataupun minuman, namun saat itu dalam keadaan tutup.

Hal yang juga baru kami ketahui ketika masuk ke area Tebing Koja ini, ternyata dari bawah kita lihat ada pintu masuk lain selain arahan yang tadinya kita di bawa oleh anak kecil.
Di atas sana nampak lebih luas lokasi parkirannya, dan terdapat sebuah gapura yang mentereng dan menandakan bahwa itu adalah pintu utama untuk memasuki kawasan ini.

Dalam area Kandang Godzilla ini, terdapat sebuah tempat spot-spot foto yang terbuat dari kayu seperti bunga matahari, rumah-rumah kurcaci, perahu, sayap burung, dan masih ada beberapa lagi dimana untuk menikmati fasilitas berfoto itu kita di haruskan untuk membayar lagi dengan tarif Rp 5000 persatu orang. Dan area ini di namai Taman Matahari Tebing Koja. Berada di dalam area tebing koja namun di batasi dengan pagar - pagar bambu di setiap garis pembatasnya.

Keluar dari Taman Matahari yang di dalamnya ada seekor monyet, saya dan Rijal menyusuri lagi area kawasan ini. Selain tebing-tebing menjulang dan persawahan yang dapat di jadikan latar belakang potret diri, di tempat ini juga di sediakan warung warung kecil yang biasanya beroperasi ketika sudah di hari biasa.

Untuk informasi masuk ke kawasan ini, persatu orang di minta uang seharga Rp. 5000, dan biaya parkir kendaraan motor beroda dua Rp. 5000.
Untuk yang penasaran, bisa langsung datang ke area Tebing Koja ya, dan yang sudah pernah mendatangi tempat ini, boleh berbagi reviewnya di kolom komentar ya...

Comments

Popular posts from this blog

Belajar Budaya "Karapan Sapi Madura"

Bicara tentang Indonesia, dengan berjuta kekayaan alam dan juga budayanya, ras dan suku bangsa yang beraneka ragam, tak cukup hanya hitungan jam untuk menceritakan betapa elok dan melimpahnya harta Indonesia. 

Membahas soal Indonesia, memang tak ada habisnya. Sekitar 17.504 pulau yang dimilikinya, dan bermacam budaya juga tradisi yang terbilang kaya dan masih lestari hingga hari ini.
Indonesia memang sangat asyik untuk diulik, apalagi tentang budayanya.
Di postingan kali ini, kita akan belajar dan mengenal salah satu budaya yang ada di Indonesia bagian timur.
Sudah ada yang pernah tahu tentang Karapan Sapi? Tradisi yang hanya dimiliki oleh orang-orang Madura dan masih terlestarikan sampai hari ini.
Yuk kita mengulik sedikit tentang Karapan Sapi bersama Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR), Bangkalan, yang akrab di sapa Muhyi. 


Karapan Sapi itu apasih?
Karapan Sapi adalah perlombaan pacuan sapi, dimana biasanya sapi di adu sebagaimana balapan lari. Dengan satu joki yang menumpangi sepasang sapi …

Basecamp Caffe, Idolanya Tempat Tongkrongan Di Ciputat

Temen-temen Mahasiswa Uin Jakarta, atau temen-temen yang tinggal di sekitaran Ciputat dan suka nongkrong pasti tau nih tempat ngopi dan ngobrol yang satu ini.


Suasana di tempat ini memang nyaman. Meski atapnya terbilang begitu dekat ke kepala, namun nuansa yang seperti ini cukup mengingatkan para pengunjung (terutama saya) agar selalu merasa rendah (hati).
Sempat meliburkan jam operasi beberapa bulan lamanya, Basecamp Cafe baru-baru ini kembali beroperasi dan tak kehilangan citranya sebagai salah satu Cafe yang terbilang ramai di area Ciputat ini.


Jam buka tempat tongkrongan ini dimulai dari 09:00 sampai jam 03:00 wib setiiap hari Kamis-Rabu.

Untuk menu di tempat ini sudah bisa dikategorikan dalam kata 'lengkap', Ada makanan berat untuk mengenyagkan perut, Nasi Goreng dan beberapa makanan lainnya.
Buat yang sekadar mau nyemil, tersedia pisang cokelat, kentang goreng, dan makanan ringan lainnya. Soal Kopi-kopian, di tempat ini sudah disediakan untuk para pengunjung dengan berb…

Puisi Buat Mantan Gebetan Terindah

Bicara tentang masa lalu,gue ingat pada waktu gue masih nge-gebet cewek antagonis di masa Putih biru-biru.Gue sempet bikin puisi buat dia,saat gue baca sempet gue mikir "ternyata dulu gue puitis banget" .Nih puisi gue buat gebetan gue di masa Putih biru-biru >Cinta atau matematika
Di posting oleh Fauzi Achmad pada 02:13
AM, 06-Jun-13Cintaku padamu bagaikan " PI "
dalam sebuah rumus
matematika yang berarti suatu
ketetapan,tapi cintaku padamu
tidaklah seperti " GRADIEN "
yang berarti kemiringan suatu garis.
Cintaku bukan pula seperti "
JARI - JARI " yang bersifat
setengah dalam suatu
lingkaran,namun cintaku
bagaikan " DIAMETER " yg bersifat
utuh dlm sbuah
lingkaran.
Cntaq juga bkan pula seperti
" SKALA " yg berarti suatu
pengukur,tapi melainkan
seperti bentuk " BOLA " yg tidak
dapat di ukur dan tak
terhingga.Puisi itu gue ambil di blog gue yang jadul.Sebenernya puisi itu udah lama gue buat,tapi baru tahun kemaren g…