Skip to main content

Bergerak Ke Masa Depan

Langkah kadang terhenti, ketika mengingat apa dan siapa kita di masa sebelum hari ini. Masa lalu kadang masih menjadi faktor untuk berpikir dua kali dalam melanjutkan gerak dan juga asa.

Pernah berpikir, bahwa saya ingin move on dari masa lalu, namun nyatanya hanyalah sebuah intuisi yang berkabut tanpa tindakan nyata yang membuat diri terkurung dalam rasa malas dan harus terbata-bata untuk melanjutkan impian yang katanya akan indah pada waktunya.

Bergerak Ke Masa Depan, sebuah tema yang di selayangkan oleh forum diskusi Revolusi Kedai Kopi pada Sabtu, 5 Oktober 2019 di area Libero Caffe Tangerang Selatan.
Datang sebagai pendengar, dengan hati yang memang sedang dilanda rasa "Ingin berkarya" namun keadaan seakan berbisik "Udah rebahan aja". 

Mungkin banyak juga orang-orang yang sedang membaca tulisan saya ini dan juga sedang merasakan kegelisahan seperti saya, dan sedikit banyak, semoga tulisan sederhana ini bisa membangkitkan gairah semangat bagi saya pribadi dan juga para pembaca, dan apa yang saya tulis ini adalah hasil setelah apa yang saya dapat dari diskusi bersama seorang Penulis yang akrab di panggil Fahd Padepie.

Ini adalah pengalaman saya sendiri, bahwa kadang rasa malas atau sikap bodoamat itu sering datang menghampiri diri. Dan parahnya, rasa itu kadang muncul ketika kita ingin menggapai impian namun rasa malas malah kadang menghantui dan membatasi gerak untuk melangkah.

Contoh kecilnya adalah ketika saya sedang ingin menulis postingan blog, ngga jarang kadang timbul pemikiran seolah-olah ada bisakan bahwa, "Yaudah, tulis nanti aja, waktu masih panjang." alhasil, waktu terus berjalan dan tindakan itu belum juga saya kerjakan, yang akhirnya tiba pada pemikiran, "Udah rebahan dulu aja."

Well, beberapa bulan belakangan ini, blog saya memang terbilang mandek dan sangat minim postingan.

Beruntungnya, saya diberi kesempatan untuk mengikuti diskusi langsung dengan seorang Fahd Padepie, dan untuk lebih singkatnya, saya sebut beliau Bang Fahd. Seorang Penulis yang lahir di Cianjur dan mantan aktivis kampus ini berhasil membangkitkan kembali semangat menulis saya dan rasa untuk bergerak ke masa depan dalam diri ini semakin menggebu-gebu.

Seperti ini beberapa kalimat yang Bang Fahd suarakan pada diskusi kemarin,

"Hidup jangan dilihat dari masa lalu, karena hal yang semacam itu hanya akan menghambat perjalanan menuju masa depan kita, membatasi gerak, menimbulkan pemikiran-pemikiran aneh, dan akan membuat kita terpaku pada kisah lama."

"Sebenarnya, masa depanlah yang menentukan masa lalu kita. Seburuk apapun masa lalu, jika kita berusaha memperbaiki hari ini dan masa depan, hal hal yang kita anggap buruk di masa lalu itu akan menjadi pelajaran yang amat berharga dan membuat kita semakin bergerak maju ketika kita sudah berada di titik kesuksesan."

"Untuk bergerak ke masa depan yang lebih baik, kita harus tahu akan dibawa kemana diri ini, kita yang menentukan titik dimana kita akan berlabuh, impian apa yang ingin kita capai, dan apa saja yang harus kita persiapkan untuk melewati lorong-lorong yang akan menghantarkan kita pada impian itu."


Memang benar yang dikatakan Bang Fahd, terkadang bukan orang lain yang bisa menghalangi jalan kita untuk menuju kesuksesan, tapi diri kita sendirilah yang sering menjadi penghalang untuk bergerak maju dan menghampiri kesuksesan itu sendiri.

Banyak orang diluar sana yang ingin menjadi seperti kita, tapi kita malah ingin menjadi orang lain yang menjauhkan kita dari diri kita sendiri dan malah menjadi penghambat kemajuan diri.

Saya ucapkan terimakasih teruntuk Bang Fahd Padepie dan juga Tim Revolusi Kedai Kopi, karena sudah membangkitkan semangat diri, dan saya yakin, banyak dari pembaca tulisan ini yang juga kembali bergairah untuk terus menggapai asa dan ingin berusaha memberikan yang lebih baik untuk Bergerak Ke Masa Depan.

Terimakasih juga untuk yang sudah membaca tulisan sederhana ini, semoga bisa menebarkan manfaat dan kebaikan.

Sampai jumpa di tulisan selanjutnya.

-Bagian dari sejarah

Comments

Popular posts from this blog

Puisi Buat Mantan Gebetan Terindah

Bicara tentang masa lalu,gue ingat pada waktu gue masih nge-gebet cewek antagonis di masa Putih biru-biru.Gue sempet bikin puisi buat dia,saat gue baca sempet gue mikir "ternyata dulu gue puitis banget" .Nih puisi gue buat gebetan gue di masa Putih biru-biru > Cinta atau matematika Di posting oleh Fauzi Achmad pada 02:13 AM, 06-Jun-13 Cintaku padamu bagaikan " PI " dalam sebuah rumus matematika yang berarti suatu ketetapan,tapi cintaku padamu tidaklah seperti " GRADIEN " yang berarti kemiringan suatu garis. Cintaku bukan pula seperti " JARI - JARI " yang bersifat setengah dalam suatu lingkaran,namun cintaku bagaikan " DIAMETER " yg bersifat utuh dlm sbuah lingkaran. Cntaq juga bkan pula seperti " SKALA " yg berarti suatu pengukur,tapi melainkan seperti bentuk " BOLA " yg tidak dapat di ukur dan tak terhingga. Puisi itu gue ambil di blog gue yang jadul.Sebenernya puisi itu udah lama gue buat,

Belajar Budaya "Karapan Sapi Madura"

Bicara tentang Indonesia, dengan berjuta kekayaan alam dan juga budayanya, ras dan suku bangsa yang beraneka ragam, tak cukup hanya hitungan jam untuk menceritakan betapa elok dan melimpahnya harta Indonesia.  Membahas soal Indonesia, memang tak ada habisnya. Sekitar 17.504 pulau yang dimilikinya, dan bermacam budaya juga tradisi yang terbilang kaya dan masih lestari hingga hari ini. Indonesia memang sangat asyik untuk diulik, apalagi tentang budayanya. Di postingan kali ini, kita akan belajar dan mengenal salah satu budaya yang ada di Indonesia bagian timur. Sudah ada yang pernah tahu tentang Karapan Sapi?   Tradisi yang hanya dimiliki oleh orang-orang Madura dan masih terlestarikan sampai hari ini. Yuk kita mengulik sedikit tentang Karapan Sapi bersama Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR), Bangkalan, yang akrab di sapa Muhyi.  Karapan Sapi itu apasih? Karapan Sapi adalah perlombaan pacuan sapi, dimana biasanya sapi di adu sebagaimana balapan lari. Dengan satu joki yang menu

Basecamp Caffe, Idolanya Tempat Tongkrongan Di Ciputat

Temen-temen Mahasiswa Uin Jakarta, atau temen-temen yang tinggal di sekitaran Ciputat dan suka nongkrong pasti tau nih tempat ngopi dan ngobrol yang satu ini. Suasana di tempat ini memang nyaman. Meski atapnya terbilang begitu dekat ke kepala, namun nuansa yang seperti ini cukup mengingatkan para pengunjung (terutama saya) agar selalu merasa rendah (hati). Sempat meliburkan jam operasi beberapa bulan lamanya, Basecamp Cafe baru-baru ini kembali beroperasi dan tak kehilangan citranya sebagai salah satu Cafe yang terbilang ramai di area Ciputat ini. Jam buka tempat tongkrongan ini dimulai dari 09:00 sampai jam 03:00 wib setiiap hari Kamis-Rabu. Untuk menu di tempat ini sudah bisa dikategorikan dalam kata 'lengkap', Ada makanan berat untuk mengenyagkan perut, Nasi Goreng dan beberapa makanan lainnya. Buat yang sekadar mau nyemil, tersedia pisang cokelat, kentang goreng, dan makanan ringan lainnya. Soal Kopi-kopian, di tempat ini sudah disediakan