Skip to main content

Toni Boncel #1 Cerpen Bersambung

Hari ini adalah hari pertama sekolah setelah libur semester. Waktu libur dua minggu rasanya kurang buat gue. Sekarang gue harus bangun pagi lagi, dan berangkat ke sekolah. Berangkat ke sekolah? Gue menghela nafas panjang saat melihat gerbang putih tinggi dan gagah itu sudah nampak dari jarak 500 meter. “SMA Harapan Jaya”, begitu bunyi tulisan yang menempel indah di gapura sekolah.

Plak!!!

Sebuah tangan melayang keras dikepala gue.
Tubuh gue hampir rubuh.

“Eh, Boncel...” Siswoyo, anak kelas 2 IPS 1 yang langsung lari setelah menoyor kepala gue lumayan keras.

Hari ini merupakan hari pertama masuk sekolah setelah selama dua minggu liburan semester. Dan hari ini juga, gue akan memasuki hari-hari yang seperti biasa. Ditoyor, diejek, dijegal dan hal-hal bullying lainnya.

Berangkat ke sekolah, adalah salah satu hal yang paling gue benci. Bukan karena gue males atau jarak sekolah yang lumayan jauh. Bukan juga guru yang super killer karena SMA gue salah satu sekolah unggulan. Bukan karena peraturannya yang ketat. Tapi siswa-siswanya yang membuat gue gak nyaman berada di sekolah itu.

Dari awal MOS, gue udah jadi ‘perhatian’ seantero sekolah. Terutama kakak kelas. Gak jarang juga teman satu angkatan gue suka ngusilin gue. Bukan gue gak punya nyali untuk melawan mereka. Tapi untuk apa? Men, cari musuh 1000 orang bisa elo dapet dalam waktu sepuluh menit! But not for me, gue sekolah karena ingin belajar, dapet ilmu, lulus, kuliah dan lantas mengapai cita-cita. Simple ‘kan? Jadi, jurus andalan gue adalah dengan tidak mengubris ejekan mereka alias diam walau mereka main fisik sekalipun.


***
Penulis : Edi Wijaya Rochman

Halo halo readers, gimana kesan pertamanya saat membaca Cerita Pendek Toni Boncel ini? Hmmm... Cerita ini akan dibagi menjadi 4 bagian, tulisan dari Mr. Edi Wijaya Rochman ini akan menemani kita selama 4 minggu kedepan, ditunggu kelanjutan ceritanya setiap hari Kamis ya.

Terimakasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca Cerpen Bersambung Toni Boncel #1

Sampai jumpa dengan tulisan berikutnya...



Comments

Popular posts from this blog

Puisi Buat Mantan Gebetan Terindah

Bicara tentang masa lalu,gue ingat pada waktu gue masih nge-gebet cewek antagonis di masa Putih biru-biru.Gue sempet bikin puisi buat dia,saat gue baca sempet gue mikir "ternyata dulu gue puitis banget" .Nih puisi gue buat gebetan gue di masa Putih biru-biru > Cinta atau matematika Di posting oleh Fauzi Achmad pada 02:13 AM, 06-Jun-13 Cintaku padamu bagaikan " PI " dalam sebuah rumus matematika yang berarti suatu ketetapan,tapi cintaku padamu tidaklah seperti " GRADIEN " yang berarti kemiringan suatu garis. Cintaku bukan pula seperti " JARI - JARI " yang bersifat setengah dalam suatu lingkaran,namun cintaku bagaikan " DIAMETER " yg bersifat utuh dlm sbuah lingkaran. Cntaq juga bkan pula seperti " SKALA " yg berarti suatu pengukur,tapi melainkan seperti bentuk " BOLA " yg tidak dapat di ukur dan tak terhingga. Puisi itu gue ambil di blog gue yang jadul.Sebenernya puisi itu udah lama gue buat,

Belajar Budaya "Karapan Sapi Madura"

Bicara tentang Indonesia, dengan berjuta kekayaan alam dan juga budayanya, ras dan suku bangsa yang beraneka ragam, tak cukup hanya hitungan jam untuk menceritakan betapa elok dan melimpahnya harta Indonesia.  Membahas soal Indonesia, memang tak ada habisnya. Sekitar 17.504 pulau yang dimilikinya, dan bermacam budaya juga tradisi yang terbilang kaya dan masih lestari hingga hari ini. Indonesia memang sangat asyik untuk diulik, apalagi tentang budayanya. Di postingan kali ini, kita akan belajar dan mengenal salah satu budaya yang ada di Indonesia bagian timur. Sudah ada yang pernah tahu tentang Karapan Sapi?   Tradisi yang hanya dimiliki oleh orang-orang Madura dan masih terlestarikan sampai hari ini. Yuk kita mengulik sedikit tentang Karapan Sapi bersama Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR), Bangkalan, yang akrab di sapa Muhyi.  Karapan Sapi itu apasih? Karapan Sapi adalah perlombaan pacuan sapi, dimana biasanya sapi di adu sebagaimana balapan lari. Dengan satu joki yang menu

Basecamp Caffe, Idolanya Tempat Tongkrongan Di Ciputat

Temen-temen Mahasiswa Uin Jakarta, atau temen-temen yang tinggal di sekitaran Ciputat dan suka nongkrong pasti tau nih tempat ngopi dan ngobrol yang satu ini. Suasana di tempat ini memang nyaman. Meski atapnya terbilang begitu dekat ke kepala, namun nuansa yang seperti ini cukup mengingatkan para pengunjung (terutama saya) agar selalu merasa rendah (hati). Sempat meliburkan jam operasi beberapa bulan lamanya, Basecamp Cafe baru-baru ini kembali beroperasi dan tak kehilangan citranya sebagai salah satu Cafe yang terbilang ramai di area Ciputat ini. Jam buka tempat tongkrongan ini dimulai dari 09:00 sampai jam 03:00 wib setiiap hari Kamis-Rabu. Untuk menu di tempat ini sudah bisa dikategorikan dalam kata 'lengkap', Ada makanan berat untuk mengenyagkan perut, Nasi Goreng dan beberapa makanan lainnya. Buat yang sekadar mau nyemil, tersedia pisang cokelat, kentang goreng, dan makanan ringan lainnya. Soal Kopi-kopian, di tempat ini sudah disediakan