Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2019

Toni Boncel #4 Cerpen Bersambung

Teeeeeeeeeeeeeeeettt..... Bel berbunyi dan menandakan upacara akan segera dimulai. Semua siswa keluar dari kelas dan menuju lapangan upacara. Dalam waktu yang tidak lama, siswa sudah memadati lapangan sekolah. Kelas satu berbaris disebelah kanan podium. Sedangkan anak kelas dua berbaris ditengah dan posisi sebelah kiri adalah kelas tiga. Semua guru berdiri di atas podium sementara beberapa siswa yang mengikuti ekskul PMR (Palang Merah Remaja) berdiri dibelakang bersama guru BK (Bimbingan Konseling) Warna lapangan sekejap menjadi putih dan bersih, kami semua siap menjalankan upacara. Bahkan petugas sudah stand by sejak pagi buta. Upacara dimulai tepat pukul 7. Susunan acara sudah dibacakan dan semua petugas sudah mulai menjalankan tugasnya masing-masing. Untuk urusan baris, urutan terdepan udah jadi langganan untuk posisi gue berdiri. Hal ini udah terjadi selama hampir 8 tahun dangue udah terbiasa. Tapi gue selalu berpikir positif, gue ambil keuntungan berdiri didepan karena bi

Toni Boncel #3 Cerpen Bersambung

Tawa kami tadi langsung berubah jadi satu penyesalan yang tak terkatakan. Begitulah orang-orang memandang gue. Di sekolah, bisa gue itung berapa banyak siswa-siswi yang benar-benar memanusiawi kan gue. Tapi gue gak gubris, entah karena udah terbiasa atau gue sendiri merasa letih untuk mengubris ketidaksempurnaan gue ini. Gue, Rano dan Salma melanjutkan perjalanan ke sekolah dengan membisu. Kedua sahabat gue terlahir sebagai anak yang normal. Tinggi Rano 163 cm dengan berat badan sekitar 58 kg, sedangkan Salma memiliki tinggi 157 cm dan berat 60 kg, dia memang agak gemuk. Sedangkan gue? Tinggi gue 126 cm dan berat 34 kg. Gue memiliki kelainan fisik yang biasa disebut dwarfisme dimana organ tubuh gue tidak mengalami pertumbuhan seperti pada manusia normal lainnya. Rano dan Salma adalah sedikit dari beberapa orang yang tidak memandang gue dengan sebelah mata. Walau gue baru kenal mereka di SMA ini, tapi mereka sama sekali tidak risih dengan apa yang terjadi didiri gue. Tidak terasa