Skip to main content

HAL INI TIDAK AKAN DIDAPATKAN KETIKA TIDAK MUDIK LEBARAN!

Adakah seseorang yang tidak ingin sama sekali mudik atau pulang ke kampung halaman ketika berada di perantauan? Jika iya, sungguh KETERLALUAN!

Siapa yang yang tidak ingin merasakan suasana kampung tempat dimana badan dilahirkan ketika nasib sudah dihadapkan dengan jalan sebagai perantauan? Mungkin nihil, tapi jikapun ada, pasti ada alasan yang teramat berat dan itupun tidak akan mampu melepas tuntas rindu pada tanah dimana udara pertama masuk kedalam rongga tubuh. 

Mudik atau pulang kampung memang menjadi hal yang didamba-dambakan bagi para manusia yang sudah ditakdirkan harus mengadu keberuntungan di daerah seberang. Apalagi ketika sudah tiba pada moment Lebaran, iya bukan? Hari Raya Lebaran adalah kondisi sakral dimana biasanya menjadi waktu yang pas untuk bisa bertemu dengan sanak saudara dalam nuansa kekeluargaan yang sangat hangat dirasakan.

Tapi bagaimana rasanya ketika jiwa menginginkan hal itu namun keadaan seakan restu belum digenggam dalam telapak tangan? 

Tidak bisa dipungkiri memang, campur aduknya rasa akan terus membuat lebam seluruhnya. Bagaimana tidak, inti dari silaturahmi keluarga yang dikemas dengan berbagai kegiatan terlewat begitu saja karena ada hal yang memang mengharuskan untuk membiarkan sedih tak ketulungan.


(Credit Title : @taufikkhadafi2 at instagram)

Beberapa hal ini mungkin yang menjadi serangan batin kala tidak mudik lebaran;

Mungkin silaturahmi masih bisa dilakukan dengan berkomunikasi via telephone atau semacamnya, namun tatap bertatap muka sacara langsung itu tidak akan tergantikan dengan hal tersebut sensasinya.
Mengolah santapan khas kedaerahan, menjadi salah satu situasi krusial yang bakal dirindukan ketika tak pulang ke kampung halaman. Sore sebelum senja habis H-1 lebaran biasanya menjadi ajang tangan digunakan untuk bergelut dengan hewan yang akan disembeli untuk dijadikan menu sajian keluarga, ayam dan bebeklah yang masih menjadi idaman dalam sajian di tengah kumpul-kumpul keluarga.

Suara gema takbir sekalipun tak jauh berbeda dengan di kota rantau, entah kenapa terdengar sangat syahdu ketika ketika pulang dan menikmati itu setelah mudik lebaran, dan hal itu pula yang kadang memacu mata menjadi berkaca-kaca saat tidak bisa mencumbuinya saat badan tak bisa mudik ke kampung halaman.

Angpao, atau uang pemberian dari Paman atau Bibi mungkin memang menjadi salah satu yang ditunggu-tungga saat lebaran, namun jauh dari itu, ketika kita tidak bisa merasakan lebaran di kampung halaman, transfer rasa via batin untuk saling memberi dan menerima itu yang amat dirindukan.

Itu saja hal-hal yang hilang ketika tidak melakukan mudik lebaran? 
Belum habis, apa-apa yang hilang ketika kita tidak bisa mudik lebaran itu sangatlah kompleks jika dirunut sebenarnya. Mungkin kegiatan saat lebaran di kampung masih bisa dihitung oleh jari, namun rasa yang tertuang saat lebaran di kampung halaman tak akan pernah bisa dijumlah hanya dengan hitungan 1, 2 dan 3...

Selamat menikmati nuansa lebaran bagi siapapun yang pulang ke kampung halaman atau bertahan dengan nasib yang masih belum sejalan dengan harapan.


Comments

Popular posts from this blog

Belajar Budaya "Karapan Sapi Madura"

Bicara tentang Indonesia, dengan berjuta kekayaan alam dan juga budayanya, ras dan suku bangsa yang beraneka ragam, tak cukup hanya hitungan jam untuk menceritakan betapa elok dan melimpahnya harta Indonesia. 

Membahas soal Indonesia, memang tak ada habisnya. Sekitar 17.504 pulau yang dimilikinya, dan bermacam budaya juga tradisi yang terbilang kaya dan masih lestari hingga hari ini.
Indonesia memang sangat asyik untuk diulik, apalagi tentang budayanya.
Di postingan kali ini, kita akan belajar dan mengenal salah satu budaya yang ada di Indonesia bagian timur.
Sudah ada yang pernah tahu tentang Karapan Sapi? Tradisi yang hanya dimiliki oleh orang-orang Madura dan masih terlestarikan sampai hari ini.
Yuk kita mengulik sedikit tentang Karapan Sapi bersama Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR), Bangkalan, yang akrab di sapa Muhyi. 


Karapan Sapi itu apasih?
Karapan Sapi adalah perlombaan pacuan sapi, dimana biasanya sapi di adu sebagaimana balapan lari. Dengan satu joki yang menumpangi sepasang sapi …

Basecamp Caffe, Idolanya Tempat Tongkrongan Di Ciputat

Temen-temen Mahasiswa Uin Jakarta, atau temen-temen yang tinggal di sekitaran Ciputat dan suka nongkrong pasti tau nih tempat ngopi dan ngobrol yang satu ini.


Suasana di tempat ini memang nyaman. Meski atapnya terbilang begitu dekat ke kepala, namun nuansa yang seperti ini cukup mengingatkan para pengunjung (terutama saya) agar selalu merasa rendah (hati).
Sempat meliburkan jam operasi beberapa bulan lamanya, Basecamp Cafe baru-baru ini kembali beroperasi dan tak kehilangan citranya sebagai salah satu Cafe yang terbilang ramai di area Ciputat ini.


Jam buka tempat tongkrongan ini dimulai dari 09:00 sampai jam 03:00 wib setiiap hari Kamis-Rabu.

Untuk menu di tempat ini sudah bisa dikategorikan dalam kata 'lengkap', Ada makanan berat untuk mengenyagkan perut, Nasi Goreng dan beberapa makanan lainnya.
Buat yang sekadar mau nyemil, tersedia pisang cokelat, kentang goreng, dan makanan ringan lainnya. Soal Kopi-kopian, di tempat ini sudah disediakan untuk para pengunjung dengan berb…

Puisi Buat Mantan Gebetan Terindah

Bicara tentang masa lalu,gue ingat pada waktu gue masih nge-gebet cewek antagonis di masa Putih biru-biru.Gue sempet bikin puisi buat dia,saat gue baca sempet gue mikir "ternyata dulu gue puitis banget" .Nih puisi gue buat gebetan gue di masa Putih biru-biru >Cinta atau matematika
Di posting oleh Fauzi Achmad pada 02:13
AM, 06-Jun-13Cintaku padamu bagaikan " PI "
dalam sebuah rumus
matematika yang berarti suatu
ketetapan,tapi cintaku padamu
tidaklah seperti " GRADIEN "
yang berarti kemiringan suatu garis.
Cintaku bukan pula seperti "
JARI - JARI " yang bersifat
setengah dalam suatu
lingkaran,namun cintaku
bagaikan " DIAMETER " yg bersifat
utuh dlm sbuah
lingkaran.
Cntaq juga bkan pula seperti
" SKALA " yg berarti suatu
pengukur,tapi melainkan
seperti bentuk " BOLA " yg tidak
dapat di ukur dan tak
terhingga.Puisi itu gue ambil di blog gue yang jadul.Sebenernya puisi itu udah lama gue buat,tapi baru tahun kemaren g…