Jambrong di Perempatan Cengkareng

Belum selesai ngerjain Tugas Akhir (TA) Kampus, dari Ciputat ke Kamal, Cengkareng, geser ke Kapuk, Cengkareng, ini jam 04:28 baru kelar ngerapihin treatment program film dokumenter dan nanti siang niatan bakal ngambil beberapa footage buat nambahin kekosongan gambar. Oke, karena mau balik ke Ciputaf di jam segini kondisinta kurang memungkinkan, dan keadaan badan juga sudah agak kacau, terpaksa harus numpang istirahat di kosan temen di daerah  Kamal, Cengkareng. Fix kondisi perut keroncongan banget karena belum terasupi makanan pokok orang Indonesia dari jam magrib, mampir di tempat yang lumayan ternama bagi kalangan "kita-kita" mahasiswa tongkrongan yang mau ngirit buget pengeluaran, sebut saja Jambrong. 
Penyedia makanan kala dini hari ini cukup digemari. Sudah pasti yang pertama karena harganya murah, 13 ribu saja sudah bisa merenggut seporsi nasi dilengkapi 2 bakwan, setusuk usus, tempe orek dan perentelan lain seperti sambel, mihun dan secangkir teh manis hangat.

Tidak jauh beda cara penyajiannya dengan di warteg, cuma beda tangan ya tetap beda rasa masakannya juga. Di jambrong ini, tempe oreknya nampak lebih basah dan rasanya lebih manisnya. Usus ayamnya juga dilidah lebih khas rasa manisnya daripada di warung-warung lain. 

Jambrong di Perempatan Cengkareng Jambrong di Perempatan Cengkareng Reviewed by Fauzi Achmad on July 03, 2020 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.