Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2020

Pertamakali! Makan Gule + Roti Maryam

Baru pertamakalinya nih... Saya nyobain gule yang dikolaborasikan dengan roti maryam. Udah kebayangkan gimana rasanya? The real makanan asal Arab dikombinasikan dengan Gule? Eittssss... Ini bukan gule seperti biasanya, entah saya yang terlalu kudet, atau memang ini adalah satu-satunya gule yang dicampuri ole tamburan kacang hijau. Kuahnya juga lebih kental ketimbang gule pada umumnya. Sekelibat ada rasa semacam bubur kacang hijau yang meluncur di lidah saat suapan pertama, tapi semakin dikunyah dan diresapi rasa khas gulenya tetap menonjol dan gak kalah tahta soal penguasaannya. Perpaduan antara daging dan roti maryam yang dibasahi dengan kuah dan diperkaya dengan kacang hijaunya, cukup membuat lezatnya makanan ini nampol di lidah.  Gak kebayang gimana kenyangnya menyantap makanan yang satu ini. Hanya dengan 10 ribu untuk gule yang sudah disajikan dengan potongan lontongnya dan 2 ribu persatu roti maryamnya, sudah bisa menikmati seporsi Gule + Roti Maryam ini yang dijamin m

Lestari Rahayu, Madura

Kenapa hal yang tidak terencana dengan matang itu sepertinya mudah dilaksanakan? Hah... Siapa yang bisa menjawab? Kagak ada kali... Yesss ... Semua berjalan dengan semestinya. Kadang yang terjadwalkan dengan rapi gagal direalisasikan, namun kadang yang hanya cuap-cuap sekejap malah langsung bisa dijalankan meski tanpa adanya persiapan yang matang. Ya meski tidak semuanya begitu... Seperti perjalanan malam hari tadi, 16 September 2020, tanpa banyak basa basi hanya dengan keisengan semata untuk berkunjung ke rumah salah satu teman yang sama-sama kuliah di daerah Jakarta, langkah menuju rumah di halaman kampungnya yakni di Debung, Bangkalan langsung terealisasikan tanpa adanya banyak bacotan.  Saya dan salah satu temen seperjuangan juga di Jakarta, menuju rumah Muhlis yang ada di wilayah yang termasuk dataran tingginya kawasan Bangkalan. Cerita ini saya tulis disini karena saya mengagumi keasrian alamnya, paginya yang masih lestari dengan pepohonan rindang diselimuti kabut nan dingin rasa

Masih Eksis Nih... Makaroni Ngehe!

Gak kebayang, gimana jadinya jika hidup tanpa hiburan, tanpa hal-hal yang bisa menuntaskan kebosanan-kebosanan hidup yang memang sudah kodratnya ada pada setiap manusia. Gila? Ya bisa jadi... Ini nih salah satu cara yang bikin kebosanan berkurang kuadrat, makan atau ngemil sesuatu yang kita suka! Kalau saga sih kadang beli ini ketika mau naikin mood kala bosan melanda. Makaroni Ngehe! Yesss...  Jajanan yang satu ini sempat menjadi buah bibir banyak orang dimana-mana. Hadir di moment yang pas saat kaum milenial sedang menampakkan berbagai kebisaannya, makaroni ngehe mampu menjadi sajian yang dicari oleh kaum-kaum yang sedang ingin mencari referensi kuliner baru di negeri ini. Soal rasanya... Gak usah khawatir bakal mengecewakan, karena jelas makaroni ngehe ini hadir dengan kriuk makaroni dan nuansanya yang membawa lidah pada petualangan yang gurih dan tak membosankan. Sudah pas dengan bumbu yang bisa disesuaikan selera. Pedas, manis, atau mau ditaburi beberapa rasa lain juga

Selain Sikapnya yang Ramah, Agar-agar Ini Juga Bisa Membuat Perasaan Menjadi Adem. Ini Cara Membuatnya!

Semudah ini?  Makanan wajib ketika lebaran ini ternyata sangat mudah dibuatnya. Gak usah ribet, tinggal siapkan beberapa perlengkapan dan bahan-bahan berikut; Tentunya peralatan untuk masak. Kompor yang sudah siap menyala dengan apinya.  Wadah untuk merebus dan menghidangkan Agar-agar nantinya. Dan peralatan pelengkap lain seperti sendok atau yang bisa digunakan untuk mengaduk. Setelah semua peralatan siap, sekarang tinggal menyediakan bahan pokoknya seperti bubuk agar-agar, gula, air, garam. Oke semua sudah siap. Langkah selanjutnya yakni langsung mengeksekusinya. Sebelum air mendidih, pasang bubuk Agar-agar kedalam air yang sudah disiapkan dalam wadah untuk direbus di atas kompor nantinya. Campurkan gula secukupnya dengan seleras yang diinginkan, lalu tambahkan sedikit garam untuk menambah sedikit rasa gurih. Jangan lupa tambahkan santan (sesuai selera) Sambil diaduk-aduk, nyalakan api dengan ukuran yang sedang pada kompor. Aduk hingga mendidih supaya bubuk agar-agar halus merata. Se

Jajanan Khas Hari Pernikahan

Sudah tidak asing lagi makanan yang satu ini. Orang Indonesia sudah pasti tahu dengan jajanan yang sudah lama hadir di nusantara.  Gulali namanya. Familiar bangetkan.... Ya. Jajanan yang terbuat dari bahan pokok kacang ini memang sudah ada sejak lama di tanah Indonesia, rasa manis dan keunikannya menjadi salah satu andalan yang dimiliki oleh Gulali ini. Dibeberapa tempat, makanan ini sangat jarang ditemui. Khususnya di Madura tertuju pada kabupaten Bangkalannya. Mungkin ada beberapa tempat khusus yang menjual jajajanan ini, tapi biasanya... Gulali ini hanya bisa ditemukan saat moment-moment tertentu seperti perayaan hari pernikahan.  Tak heran, jajanan ini menjadi salah satu pengobat rindu saat berlangsungnya hari pernikahan. Selain harganya yang bisa request hingga Rp. 2000 dengan takaran gulali yang sudah cukup mengobati kekangenan, rasa manis yang dikombinasikan dengan gurihnya kacang memang terasa sekali ciri khasnya.  Asyik dinikmati bersama keluarga sambil

Siapa yang Menanam, Dia yang Akan Menuai

Dulu ingat betul bagaimana kondisi rumah dan tata letak setiap bagian-bagian yang berada didekatnya. Saat jalanan belum seramai hari ini, rumah belum serapat seperti sekarang, saya sangat senang sekali menanam suatu pohon. Entah malakukan hal itu sepertinya saya menemukan kepuasan tersendiri. Dibelakang halaman rumah saya dipenuhi dengan berbagai macam pepohonan, Arbei, pohon mangga, kelapa, pohon pisang, pohon jambu dan masih ada beberapa lagi yang menghiasi halaman belakang rumah. Saya paling ingat dengan pohon jambu yang saya punya. Yang awalnya hanya tumbuh memiliki satu batang, beberapa tahun kemudian pohon jambu dibelakang rumah ini seakan membelah dirinya menjadi dua batang yang menjulang. Sebelum yang satunya ditebas karena sudah terlalu tinggi dan memenuhi atap rumah daun-daunnya yang berjatuhan, beberapa kali saya sudah menikmati buah jambu yang ada dipohon ini.  Pulang edisi tahun ini, saya masih dipertemukan dengan buah jambu yang saya idam-idamkan dari usia din