Skip to main content

Siapa yang Menanam, Dia yang Akan Menuai

Dulu ingat betul bagaimana kondisi rumah dan tata letak setiap bagian-bagian yang berada didekatnya. Saat jalanan belum seramai hari ini, rumah belum serapat seperti sekarang, saya sangat senang sekali menanam suatu pohon. Entah malakukan hal itu sepertinya saya menemukan kepuasan tersendiri. Dibelakang halaman rumah saya dipenuhi dengan berbagai macam pepohonan, Arbei, pohon mangga, kelapa, pohon pisang, pohon jambu dan masih ada beberapa lagi yang menghiasi halaman belakang rumah.
Saya paling ingat dengan pohon jambu yang saya punya. Yang awalnya hanya tumbuh memiliki satu batang, beberapa tahun kemudian pohon jambu dibelakang rumah ini seakan membelah dirinya menjadi dua batang yang menjulang. Sebelum yang satunya ditebas karena sudah terlalu tinggi dan memenuhi atap rumah daun-daunnya yang berjatuhan, beberapa kali saya sudah menikmati buah jambu yang ada dipohon ini. 

Pulang edisi tahun ini, saya masih dipertemukan dengan buah jambu yang saya idam-idamkan dari usia dini. Hari ini saya memetik jambu di belakang rumah dan mengingatkan akan kejadian hal lalu, bahwa saya pernah berjuang untuk menikmati hasil dari jerih usaha saya dalam mendapatkan buah jambu yang memuaskan.

Waktu itu tidak serta merta saya bisa memakan buat jambu yang tingkat kematangannya perfect, belum lagi pohon jambu yang dipunya letaknya berada di dekat ruas jalan, dan menjadi lintasan kalu lalang orang. Alhasil kadang buah jambunya ketika sudah terlihat akan panen, besoknya sudah habus di gondol orang.

Tidak hanya sampai disitu, saya mencari cara dan mencoba menerapkannya pada buah jambu yang masih kecil dan belum begitu membuat orang terlena. Saya membungkusnya dengan kertas ketika masih dalam masa proses menuju matang di dahannya, karena kondisi tak menentu, kadang hujan dan juga terik, dan saya pikir hanya dengan selembar kertas tak akan cukup kuat untuk melindungi buah jambu itu. Setelah terbungkus dengan kertas, dibagian luarnya saya juga lekatkan kantong plastik sisa tempat beras yang Ibu beli dari warung. Meski waktu yang dibutuhkan cukup menunggu lama, tapi setidaknya buah jambu bisa aman. 

Alhasil memang iya, saya bisa memetik buah jambu dengan kondisi yang memuaskan. Ukuran buah jambu lebih besar dari biasanya, tingkat kematangannya pun pas dirasa.

Memang, tidak ada yang akan sia-sia ketika mau berusaha dan melakukan langkah-langkah yang positif serta maksimal. 

Setidaknya tulisan ini bisa membangkitkan semangat bagi siapapun yang membaca terutama bagi penulisnya. 

Comments

Popular posts from this blog

Puisi Buat Mantan Gebetan Terindah

Bicara tentang masa lalu,gue ingat pada waktu gue masih nge-gebet cewek antagonis di masa Putih biru-biru.Gue sempet bikin puisi buat dia,saat gue baca sempet gue mikir "ternyata dulu gue puitis banget" .Nih puisi gue buat gebetan gue di masa Putih biru-biru > Cinta atau matematika Di posting oleh Fauzi Achmad pada 02:13 AM, 06-Jun-13 Cintaku padamu bagaikan " PI " dalam sebuah rumus matematika yang berarti suatu ketetapan,tapi cintaku padamu tidaklah seperti " GRADIEN " yang berarti kemiringan suatu garis. Cintaku bukan pula seperti " JARI - JARI " yang bersifat setengah dalam suatu lingkaran,namun cintaku bagaikan " DIAMETER " yg bersifat utuh dlm sbuah lingkaran. Cntaq juga bkan pula seperti " SKALA " yg berarti suatu pengukur,tapi melainkan seperti bentuk " BOLA " yg tidak dapat di ukur dan tak terhingga. Puisi itu gue ambil di blog gue yang jadul.Sebenernya puisi itu udah lama gue buat,

Belajar Budaya "Karapan Sapi Madura"

Bicara tentang Indonesia, dengan berjuta kekayaan alam dan juga budayanya, ras dan suku bangsa yang beraneka ragam, tak cukup hanya hitungan jam untuk menceritakan betapa elok dan melimpahnya harta Indonesia.  Membahas soal Indonesia, memang tak ada habisnya. Sekitar 17.504 pulau yang dimilikinya, dan bermacam budaya juga tradisi yang terbilang kaya dan masih lestari hingga hari ini. Indonesia memang sangat asyik untuk diulik, apalagi tentang budayanya. Di postingan kali ini, kita akan belajar dan mengenal salah satu budaya yang ada di Indonesia bagian timur. Sudah ada yang pernah tahu tentang Karapan Sapi?   Tradisi yang hanya dimiliki oleh orang-orang Madura dan masih terlestarikan sampai hari ini. Yuk kita mengulik sedikit tentang Karapan Sapi bersama Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR), Bangkalan, yang akrab di sapa Muhyi.  Karapan Sapi itu apasih? Karapan Sapi adalah perlombaan pacuan sapi, dimana biasanya sapi di adu sebagaimana balapan lari. Dengan satu joki yang menu

Basecamp Caffe, Idolanya Tempat Tongkrongan Di Ciputat

Temen-temen Mahasiswa Uin Jakarta, atau temen-temen yang tinggal di sekitaran Ciputat dan suka nongkrong pasti tau nih tempat ngopi dan ngobrol yang satu ini. Suasana di tempat ini memang nyaman. Meski atapnya terbilang begitu dekat ke kepala, namun nuansa yang seperti ini cukup mengingatkan para pengunjung (terutama saya) agar selalu merasa rendah (hati). Sempat meliburkan jam operasi beberapa bulan lamanya, Basecamp Cafe baru-baru ini kembali beroperasi dan tak kehilangan citranya sebagai salah satu Cafe yang terbilang ramai di area Ciputat ini. Jam buka tempat tongkrongan ini dimulai dari 09:00 sampai jam 03:00 wib setiiap hari Kamis-Rabu. Untuk menu di tempat ini sudah bisa dikategorikan dalam kata 'lengkap', Ada makanan berat untuk mengenyagkan perut, Nasi Goreng dan beberapa makanan lainnya. Buat yang sekadar mau nyemil, tersedia pisang cokelat, kentang goreng, dan makanan ringan lainnya. Soal Kopi-kopian, di tempat ini sudah disediakan