Berkunjung Ke Perahu Sarimuna

Lanjutan dari tulisan sebelumnya : Sapi-sapi yang Berlayar Dari Madura Menuju Kalimantan catatan sederhana yang membuat saya takjub dengan keindahan alam dan semangat juang yang tinggi bagi sebagian masyarakat Madura. 

Tulisan ini selain bentuk rasa syukur atas nikmat kekayaan alam pemberian Tuhan yang masih bisa memanjakan mata, juga sebagai pengingat saya dihari tua kelak bahwa saya pernah mendatangi suatu tempat yang amat bersejarah. 

Museum Perahu Sarimuna kepunyaan Mahagurunya para ulama. Masih di daerah Tanjung Bumi, perahu Sarimuna ini sangat membuat saya takjub. Selain cara pembuatannya yang mempunyai kisah tersendiri, seperti ulasan di situs aswajadewata.com tertulis bahwa suatu ketika Syaikhona Kholil meminta seorang pembuat perahu untuk membuatkan perahu untuknya yang akan dijadikan hadiah bagi istrinya Nyai Hj. Siti Aminah.
Sang tukang perahu di daerah itu bernama Mang Molin yang diberi tugas untuk membuatnya, saat didatangi sedang dalam keadaan sakit. Mengetahui keadaannya, Syaikhona Kholil menawarkan bantuan untuk mengobatinya dengan syarat jika sembuh segera membuatkan perahu yang dimaksud, Mang Molin pun menyanggupi. Setelah diobati, atas izin Allah SWT seketika itu juga Mang Molin sembuh dari penyakitnya dan keesokan harinya mulai mengerjakan perahu pesanan Syaikhona Kholil. Dalam tulisannya, penulis aswajadewata.com juga memaparkan bahwa perahu sarimuna ini dibuat selama 40 hari. 

Hal-hal unik juga dimiliki oleh perahu sarimuna ini, Sarimuna ini dahulu digunakan oleh Syaikhona Kholil untuk berlayar ke sejumlah daerah di Nusantara, diantaranya ke Pontianak hingga Singapura. Uniknya, ketika menggunakan perahu mesin untuk berlayar ke Pontianak, biasanya membutuhkan waktu 3-4 untuk sampai dari Bangkalan. Tetapi menggunakan perahu sarimuna ini hanya membutuhkan satu hari satu malam  untuk berlayar dari Bangkalan ke Pontianak hanya menggunakan kekuatan angin. Cerita tersebut juga tertulis di halaman aswajadewata.com

Menawan dan penuh sejarah Perahu Sarimuna ini memang. Dengan ukuran panjang 14,5 M dan lebar 4,65 M, atas cerita turun temurun tentang perahu milik ulama besar ini, hingga kini diadakan pengajian setiap hari Kamis sore oleh masyarakat di sekitar tempat perahu itu berada. Tutup tulisan di aswajadewata.com itu. Wallahu a'lam.

Sangat menarik dan menambah wawasan. Dalam rangka memperkaya keilmuan dan cerita sejarah.

Berkunjung Ke Perahu Sarimuna Berkunjung Ke Perahu Sarimuna Reviewed by Fauzi Achmad on January 15, 2021 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.