Skip to main content

DUKU PALEMBANG. ASLI ATAU BUKAN?

Saatnya review review !
Kali ini gue mau ngereview yang namanya Duku Palembang.
Kenapa harus Duku Palembang?
Iya karena gue penasaran. Kenapa sih yang jualan Duku di pinggir-pinggir jalan namanya Duku Palembang?
Kalian pernah kepikiran gak? Kenapa bukan Duku Manado, Duku Jakarta, atau Duku daerah lainnya gitu? ko harus Duku Palembang sih?
Jadi gini !
Kemaren itu gue sedang ngobrol sama bapak2 di tempat ngopi pinggir jalan.
Tidak ada yang kebetulan di dunia ini, di depan kami ada mobil pick up yang sedang berjualan duku.
Nah,,, pedagang duku itu adalah pedagang yang kesekian gue temui dengan tulisan spanduk di mobilnya "DUKU PALEMBANG" karena bapak2 tadi yang sedang di samping saya itu semacam ingin ngobrol tapi kehabisan topik pembahasan. Kayaknya.
Gue memulai obrolan
"Kenapa ya pak, yang jualan duku kebanyakan yang di jual itu duku palembang?".
"Iya, Duku palembang itu emang yang paling enak. Manis lagi" jawab bapak itu.
"Kalau duku Jakarta ada gak pak?" Tanyaku yang memang tidak tau tentang duku.
"Hhahaha. Waduh. Kurang tau mas, ada kali, tapi saya taunya duku palembang" jawabnya lagi sambil tertawa puas.
Gue cuma menganggukan kepala.
*Hening.
Waktu kecil, gue gak pernah suka sama yang namanya duku. Dulu pernah makan, sekali. Nah dari situ gue gak pernah nyicipin lagi yang namanya duku.
Karena apa?
Biji duku tersebut gak sengaja gue gigit. Dan rasanya itu paittttt banget. Sumpah rasanya bikin gak pengen lagi. Pada waktu itu.
Entah keajaiban apa yang sedang menimpa gue. Beberapa hari yang lalu itu gue nyobain makan duku. Lagi! Karena gue liat orang-orang begitu menikmati dan berulangkali makan dan membeli duku di depan warung gue.
Di depan warung gue itu ada abang-abang yan jualan duku Palembanh dadakan. (Jadi bukan tahu aja yang dadakan)
Guru baru ngeh pada saat itu, ternyata seperti ini ya, pantesan orang-orang pada suku. Nah semenjak itu gue masuk sebagai kategori pecinta duku.
Duku Palembang itu emang nikmat. Dia manis, apalagi kalau yang ga ada bijinya, behhhhhh... Mantepnya parah !
Tapi ada juga yang kecut gitu rasanya. Sebenernya bukan kecut sih, tapi proses matengnya kurang, jadi rasanya masih belum pas untuk di nikmati. Itu menurut gue.
Untuk membedakan mana duku Palembang yang manis dan yang kecut itu seperti apa, nih gue kasih tau cirinya dari pengalaman yang gue dapat.
Yang pertama itu dia warna kuliatnya kuning keabu-abuan gitu, besar kecilnya gak pengaruh sih, pokoknya warnanya udah kuning yang keabu-abuan. Ada bercak item-itemnya dikit. Kalau bercak itemnya udah banyak dan besar, itu tandanya dia udah mau busuk.
Kalau yang warnanya masih kuning segar itu rasanya belum manis. Agak kecut dan emang gak asik untuk dinikmati. Percaya deh!
Tipsnya adalah : Jangan sampai gigit biji duku tersebut. Pahitnya nampol kalau sampe kejadian.
Tapi ada yang mengatakan, kalau Duku Palembang yang asli itu adanya di supermarket. Kalau yang di pinggir-pinggir jalan katanya gak semua itu asli duku palembang. Tapi ada juga yang emang asli. Katanya sih begitu.
Harga Duku pelembang cukup murah. Berkisar Rp 10.000 Paling mahal Rp 15.000-an lah. Kalau yang sering gue beli di pinggir jalan. Denger-denger kalau yang di supermarket itu harganya Rp 32.000an kurang lebih segitu. Gue belum tau pasti juga duku Palembang yang di Supermarket itu kayak apa rasanya.
Oke Readers.... Mungkin itu aja dulu info yang bisa gue share. Semoga gak bosan membacanya dan tentunya semoga bermanfaat untuk kita semua.
Mau tau apalagi yang bakal gue review selanjutnya? Tunggu aja ... hehehe
Untuk saran dan kritik bisa langsung DM gue ke instagram gue @zi.mad . Gue bakal sangat menikmati saran maupun kritik dari kalian.
Thanks untuk waktunya...

Comments

Popular posts from this blog

Belajar Budaya "Karapan Sapi Madura"

Bicara tentang Indonesia, dengan berjuta kekayaan alam dan juga budayanya, ras dan suku bangsa yang beraneka ragam, tak cukup hanya hitungan jam untuk menceritakan betapa elok dan melimpahnya harta Indonesia. 

Membahas soal Indonesia, memang tak ada habisnya. Sekitar 17.504 pulau yang dimilikinya, dan bermacam budaya juga tradisi yang terbilang kaya dan masih lestari hingga hari ini.
Indonesia memang sangat asyik untuk diulik, apalagi tentang budayanya.
Di postingan kali ini, kita akan belajar dan mengenal salah satu budaya yang ada di Indonesia bagian timur.
Sudah ada yang pernah tahu tentang Karapan Sapi? Tradisi yang hanya dimiliki oleh orang-orang Madura dan masih terlestarikan sampai hari ini.
Yuk kita mengulik sedikit tentang Karapan Sapi bersama Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR), Bangkalan, yang akrab di sapa Muhyi. 


Karapan Sapi itu apasih?
Karapan Sapi adalah perlombaan pacuan sapi, dimana biasanya sapi di adu sebagaimana balapan lari. Dengan satu joki yang menumpangi sepasang sapi …

Basecamp Caffe, Idolanya Tempat Tongkrongan Di Ciputat

Temen-temen Mahasiswa Uin Jakarta, atau temen-temen yang tinggal di sekitaran Ciputat dan suka nongkrong pasti tau nih tempat ngopi dan ngobrol yang satu ini.


Suasana di tempat ini memang nyaman. Meski atapnya terbilang begitu dekat ke kepala, namun nuansa yang seperti ini cukup mengingatkan para pengunjung (terutama saya) agar selalu merasa rendah (hati).
Sempat meliburkan jam operasi beberapa bulan lamanya, Basecamp Cafe baru-baru ini kembali beroperasi dan tak kehilangan citranya sebagai salah satu Cafe yang terbilang ramai di area Ciputat ini.


Jam buka tempat tongkrongan ini dimulai dari 09:00 sampai jam 03:00 wib setiiap hari Kamis-Rabu.

Untuk menu di tempat ini sudah bisa dikategorikan dalam kata 'lengkap', Ada makanan berat untuk mengenyagkan perut, Nasi Goreng dan beberapa makanan lainnya.
Buat yang sekadar mau nyemil, tersedia pisang cokelat, kentang goreng, dan makanan ringan lainnya. Soal Kopi-kopian, di tempat ini sudah disediakan untuk para pengunjung dengan berb…

Puisi Buat Mantan Gebetan Terindah

Bicara tentang masa lalu,gue ingat pada waktu gue masih nge-gebet cewek antagonis di masa Putih biru-biru.Gue sempet bikin puisi buat dia,saat gue baca sempet gue mikir "ternyata dulu gue puitis banget" .Nih puisi gue buat gebetan gue di masa Putih biru-biru >Cinta atau matematika
Di posting oleh Fauzi Achmad pada 02:13
AM, 06-Jun-13Cintaku padamu bagaikan " PI "
dalam sebuah rumus
matematika yang berarti suatu
ketetapan,tapi cintaku padamu
tidaklah seperti " GRADIEN "
yang berarti kemiringan suatu garis.
Cintaku bukan pula seperti "
JARI - JARI " yang bersifat
setengah dalam suatu
lingkaran,namun cintaku
bagaikan " DIAMETER " yg bersifat
utuh dlm sbuah
lingkaran.
Cntaq juga bkan pula seperti
" SKALA " yg berarti suatu
pengukur,tapi melainkan
seperti bentuk " BOLA " yg tidak
dapat di ukur dan tak
terhingga.Puisi itu gue ambil di blog gue yang jadul.Sebenernya puisi itu udah lama gue buat,tapi baru tahun kemaren g…