Skip to main content

RUMAH PUSPO TANGERANG


Sabtu 28 April 2018, gue berkunjung, lebih tepatnya ada tugas dari kampus yang mengharuskan gue dateng ke suatu tempat di daerah Tangerang Selatan, tempat itu belum pernah gue tau sebelumnya.
Katanya Rumah Puspo, dari namanya gue kira tempat itu adalah tempat wisata semacam tempat yang banyak spot-spot untuk berfoto yang keren. Tugas gue waktu itu bikin film berdurasi maksimal 1 menit, Iklan Layanan Masyarakat, ya wajarlah pikiran gue waktu itu ngiranya tempat itu adalah tempat yang banyak spot keren buat foto-foto dong!

Perkiraan, gue nyampe lokasi jam 5 sore lewat beberapa menit, dikit. Gue bareng temen kampus gue berdua doang, karena Cuma dia yang lokasi rumahnya deket sama kontrakan yang gue tempatin sekarang. Pas di TKP, gue bertemu sama beberapa Abang yang katanya sudah dateng sejak jam 9 pagi tadi. Buset .... dalem hati gue nih abang-abang kayak apa capeknya kalau dari tadi pagi udah ada disini.

“Taruh dimana nih, Dil?”
“Situ aja, Zi”
Tulisan Parkir Motor terpampang nyata di kanan pagar pintu masuk. Dil itu temen gue, (Nama panjangnya Dil itu siapa bang?) udah gak usah tau nama panjang Dil itu siapa, yang jelas dia bukan Dillaga liya.
Ternyata, pas gue udah markirin motor, gue mengitari setiap sudut Rumah Puspo ini, dugaan gue salah. Ini bukan tempat wisata yang seperti gue perkirakan seelumnya. Tapi dugaan gue ada benernya juga, disini ternyata ada spot untuk berfoto yang keren dan jarang di temukan di tempat lain, sekalipun ada sepertinya langka.
Rumah Puspo itu ternyata tempat yang biasa digunakan untuk suatu acara, seperti hajatan, pementasan, dan gue kaget, ternyata di Rumah Puspo ini biasanya di gunakan untuk Pertunjukan seni Teater. Tempatnya emang keren, ada bangunan semacam candi, entah candi ini di buatnya baru atau emang warisan leluhur, gue juga belum dapet infonya secara detail. Pastinya Rumah Puspso ini keren dan suasananya adem. Terdapat bangunan rumah kayu yang besar, di dalamnya banyak lukisan dan barang-barang kuno , beberapa alat musik juga ada di rumah Puspo ini, seperti Gamelan dan lainnya. Selain tempatnya adem, pengurus Rumah Puspo ini juga ramah dan gak ada cueknya sama sekali.

Setelah gue mengitari setiap sudut, dan sudah berfoto di beberapa tempat, temen-temen kampus gue udah banyak yang dateng. Abang-abang yang tadipun udah turun dari rumah kayu yang besar tadi gue ceritain. Abang-abang itu adalah pengawas kami (Mahasiswa Broadcasting, Jakarta) dalam pembuatan Film Iklan Layanan Masyarakat, jadi wajar kalau mereka dateng lebih awal dari tadinya.

Ini adalah beberapa foto gue dan temen kampus gue saat di Rumah Puspo.






Okey Guys... Mungkin itu aja! Semoga bermanfaat dan nantikan review gue selanjutnya.
Terimakasih untuk waktunya. Untuk kritik dan sarannya sangat gue tunggu, DM  aja ke akun Instagram gue @zi.mad atau bisa langsung klik www.instagram.com/zi.mad
SiYu guys...

Comments

Popular posts from this blog

Belajar Budaya "Karapan Sapi Madura"

Bicara tentang Indonesia, dengan berjuta kekayaan alam dan juga budayanya, ras dan suku bangsa yang beraneka ragam, tak cukup hanya hitungan jam untuk menceritakan betapa elok dan melimpahnya harta Indonesia. 

Membahas soal Indonesia, memang tak ada habisnya. Sekitar 17.504 pulau yang dimilikinya, dan bermacam budaya juga tradisi yang terbilang kaya dan masih lestari hingga hari ini.
Indonesia memang sangat asyik untuk diulik, apalagi tentang budayanya.
Di postingan kali ini, kita akan belajar dan mengenal salah satu budaya yang ada di Indonesia bagian timur.
Sudah ada yang pernah tahu tentang Karapan Sapi? Tradisi yang hanya dimiliki oleh orang-orang Madura dan masih terlestarikan sampai hari ini.
Yuk kita mengulik sedikit tentang Karapan Sapi bersama Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR), Bangkalan, yang akrab di sapa Muhyi. 


Karapan Sapi itu apasih?
Karapan Sapi adalah perlombaan pacuan sapi, dimana biasanya sapi di adu sebagaimana balapan lari. Dengan satu joki yang menumpangi sepasang sapi …

Basecamp Caffe, Idolanya Tempat Tongkrongan Di Ciputat

Temen-temen Mahasiswa Uin Jakarta, atau temen-temen yang tinggal di sekitaran Ciputat dan suka nongkrong pasti tau nih tempat ngopi dan ngobrol yang satu ini.


Suasana di tempat ini memang nyaman. Meski atapnya terbilang begitu dekat ke kepala, namun nuansa yang seperti ini cukup mengingatkan para pengunjung (terutama saya) agar selalu merasa rendah (hati).
Sempat meliburkan jam operasi beberapa bulan lamanya, Basecamp Cafe baru-baru ini kembali beroperasi dan tak kehilangan citranya sebagai salah satu Cafe yang terbilang ramai di area Ciputat ini.


Jam buka tempat tongkrongan ini dimulai dari 09:00 sampai jam 03:00 wib setiiap hari Kamis-Rabu.

Untuk menu di tempat ini sudah bisa dikategorikan dalam kata 'lengkap', Ada makanan berat untuk mengenyagkan perut, Nasi Goreng dan beberapa makanan lainnya.
Buat yang sekadar mau nyemil, tersedia pisang cokelat, kentang goreng, dan makanan ringan lainnya. Soal Kopi-kopian, di tempat ini sudah disediakan untuk para pengunjung dengan berb…

Puisi Buat Mantan Gebetan Terindah

Bicara tentang masa lalu,gue ingat pada waktu gue masih nge-gebet cewek antagonis di masa Putih biru-biru.Gue sempet bikin puisi buat dia,saat gue baca sempet gue mikir "ternyata dulu gue puitis banget" .Nih puisi gue buat gebetan gue di masa Putih biru-biru >Cinta atau matematika
Di posting oleh Fauzi Achmad pada 02:13
AM, 06-Jun-13Cintaku padamu bagaikan " PI "
dalam sebuah rumus
matematika yang berarti suatu
ketetapan,tapi cintaku padamu
tidaklah seperti " GRADIEN "
yang berarti kemiringan suatu garis.
Cintaku bukan pula seperti "
JARI - JARI " yang bersifat
setengah dalam suatu
lingkaran,namun cintaku
bagaikan " DIAMETER " yg bersifat
utuh dlm sbuah
lingkaran.
Cntaq juga bkan pula seperti
" SKALA " yg berarti suatu
pengukur,tapi melainkan
seperti bentuk " BOLA " yg tidak
dapat di ukur dan tak
terhingga.Puisi itu gue ambil di blog gue yang jadul.Sebenernya puisi itu udah lama gue buat,tapi baru tahun kemaren g…