Skip to main content

BINGUNG MILIH JURUSAN KULIAH? ATAU MERASA SALAH MASUK JURUSAN? BERIKUT TIPS JITU MENGATASINYA!

Masuk dan terdaftar sebagai salah satu Mahasiswa di suatu Univertas memang menjadi keinginan banyak pelajar ketika akan melewati masa sekolahnya. Namun tidak sedikit yang merasa kebingungan ketika hendak menentukan pilihan jurusan dalam jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Saya mau daftar di jurusan Public Speaking, tapi saya pemalu takut di suruh bicara ini itu. Mau daftar di jurusan akuntansi tapi basic saya di ilmu pengetahun sosial. Aduh gimana ya?” 
Mungkin pernyataan di atas pernah di alami oleh sebagian calon Mahasiswa ketika hendak menentukan jurusan kuliahnya.

Kali ini saya akan berbagi tips dari salah satu alumni di salah satu kampus yang berada  di daerah Ibu kota Jakarta.


Membahas tentang jurusan dalam dunia perkuliahan, kuliah sendiri itu apa sih?

“Bicara kuliah bicara Universitas. Universe adalah semesta, dimana terbuka lebar kebebasan dan keragaman, tentunya dengan batasan. Kebebasan dan keragaman adalah sesuatu yang mesti dikelola.” Pemaparan dari Muhktar Fauzi yang kini sedang menekuni profesinya sebagai Praktisi Komunikasi.

Menjadi bagian dari sebutan Mahasiswa memang sudah beranjak dari masa kesiswaan yang pernah di alami ketika waktu masih di bangku sekolah.
Masa penentuan sikap ketika akan di hadapkan dengan berbagai argumen, kultur yang sudah mulai banyak di kenal, dan yang paling utama adalah proses penentuan pembawaan diri yang sudah seharusnya di tata rapi untuk menunjang masa depan.

Lulusan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini juga mengatakan, "Kuliah itu bicara simbolik, paling jelas dan terasa. Ketika seragam tidak lagi menjadi identitas, namun kesopanan dan kepantasan yang menjadi identitas dari kebebasan dan keragaman."

Dari pernyataan yang di sampaikan oleh Muhktar Fauzi atau lebih akrab dengan panggilan Bang Baim di atas, sekarang kita sudah tahu atau sudah mempunyai gambaran baru tentang apa itu kuliah, apa saja yang akan kita siapkan, dan hal apa yang harusnya kita lakukan ketika memasuki ruang lingkup "semesta" itu.
Dan bagaimana sih cara menentukan pilihan jurusan ketika mau kuliah?

Berikut salah satu tipsnnya,
"Yang paling penting kita mengukur diri kita. Di sadari atau tidak ketertarikan kita pada sebuah jurusan atau spontanitas kita memilih jurusan lebih banyak mewakili keinginan diri kita. Itu jadi modal pertahanan sekaligus keyakinan awal untuk terus melanjutkan perjalanan akademik."

Lalu bagaimana dengan yang sudah terdaftar sebagai Mahasiswa namun merasa kurang pas dengan pilihan jurusan yang sedang di jalani?

Setelah memberikan tips bagaimana cara menentukan pilihan jurusan, Praktisi Komunikasi yang berdarah Yogyakarta ini juga memberikan tips bagi yang masih merasa belum ngeh dengan jurusan kuliahnya,
"Ketika sudah memilih, maka cari terus pembenaran dari apa yang kita telah pilih, cari terus bahan bakar yang bisa membuat kita menjadi yakin dan ahli pada jurusan itu. Bisa lewat buku, studi ilmiah, bahkan video. Karena akses informasi hari ini menunjang kita memenuhi diri kita. Pointnya adalah terus berjalan dan taklukkan. Kesahalan fatal adalah ketika kita gagal menyelesaikan pilihan itu sendiri. Entah itu pilihan berdasar akal, atau berdasar keyakinan, atau bahkan berdasarkan keduanya."

Dengan tips dan tulisan sederhana di atas, semoga kita sudah bisa mengukur diri, memantapkan keinginan dan meneguhkan pilihan untuk langkah selanjutnya.

Sebelum beranjak dari pembahasan tentang cara menentukan pilihan jurusan dan bagaimana cara mengatasi perasaan salah masuk jurusan, berikut ada pesan dari Bang Baim yakni salah satu cara bersikap dalam dunia perkuliahan.
"Kuliah itu adalah semesta (Bebas dan beragam). Kebebasan dan keragaman itu lebih dalam lagi masuk ke dalam gagasan. Dimana kita boleh memilih mau mengenal dan memilih masuk ke paradigma ilmu yg mana? Setahu saya ada 3 (positivis, konstruktivis, lalu kritis). Ketiganya mempunyai tokoh, literatur, dan teorinya masing-masing. Saya menyarankan, untuk adik-adik yang baru menapaki dunia keilmuan dan ke-Mahasiswaan, maka dalami paradigma ilmu ini, sebagai konstitusi dasar keilmuan. Lalu kembali mengukur dirinya, untuk memilih salah satunya, atau menguasai semuanya kalau merasa mampu.
Ini menjadi kaidah kita menyusun argumentasi. Argumentasi yang logis yang bisa menjawab masalah masalah sosial, politik, ekonomi dan kebudayaan.
Yang terakhir identitas ke-Mahasiswaan, tentu merepresentasikan keluasan, sama dengan Universe atau Universitas "semesta", dimana kita bisa berpandangan luas, agar bisa menjawab setiap persoalan atau problematika sosial secara proporsional."

Semoga tulisan ini bisa memberikan motivasi semangat untuk kita kedepannya, dan semoga bermanfaat untuk kita semua.

Terimakasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca.

Salam dan sampai jumpa di tulisan berikutnya.

Popular posts from this blog

Belajar Budaya "Karapan Sapi Madura"

Bicara tentang Indonesia, dengan berjuta kekayaan alam dan juga budayanya, ras dan suku bangsa yang beraneka ragam, tak cukup hanya hitungan jam untuk menceritakan betapa elok dan melimpahnya harta Indonesia. 

Membahas soal Indonesia, memang tak ada habisnya. Sekitar 17.504 pulau yang dimilikinya, dan bermacam budaya juga tradisi yang terbilang kaya dan masih lestari hingga hari ini.
Indonesia memang sangat asyik untuk diulik, apalagi tentang budayanya.
Di postingan kali ini, kita akan belajar dan mengenal salah satu budaya yang ada di Indonesia bagian timur.
Sudah ada yang pernah tahu tentang Karapan Sapi? Tradisi yang hanya dimiliki oleh orang-orang Madura dan masih terlestarikan sampai hari ini.
Yuk kita mengulik sedikit tentang Karapan Sapi bersama Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR), Bangkalan, yang akrab di sapa Muhyi. 


Karapan Sapi itu apasih?
Karapan Sapi adalah perlombaan pacuan sapi, dimana biasanya sapi di adu sebagaimana balapan lari. Dengan satu joki yang menumpangi sepasang sapi …

Kopi Tuli?

Salam para readers, rasanya sudah lama kita tidak bertegur sapa via aksara. Semoga kita masih di berikan rasa mau untuk terus menulis dan membaca. Aamiin...

Oke para readers, setelah sekian lama kita tidak membahas tentang kuliner, dan rasanya kangen juga buat ngereview lezatnya kuliner yang ada di negeri tercinta ini.

Pada nuansa malam Lebaran Idhul Adha, masih dengan galaunya hati yang merindukan moment kebersamaan bersama keluarga, namun apadaya keadaan belum bisa memulangkan saya dari kota rantau ini, *hiks...
Sedikit mengobati rasa galau, saya di ajak oleh dua teman saya yang sama-sama tidak bisa takbiran bersama keluarganya, mereka membawa saya ke suatu tempat dimana jaraknya tidak terlalu jauh dari kost-an yang saya tempati, yakni di daerah Ciputat.



Berada di daerah Tangerang Selatan, sebuah kedai kopi berdiri di lintasan Jalan Raya Krukut No, 70, Cinere, Depok. Tadinya saya agak bingung, karena sebelum berangkat, kedua teman saya ini mengajak saya untuk mencicipi minuman yang…