Skip to main content

Toni Boncel #2 Cerpen Bersambung

“Ton...Toniii...” teriak seorang cewek beberapa meter dibelakang gue.

Spontan gue menoleh dan dengan sedikit berlari Rano menghampiri gue yang diikuti Salma dibelakangnya.

Gue balik badan dan tersenyum. Gue berhenti.
Mereka mendekat.

“Semangat banget lo, mentang-mentang!!” ujar Rano terengah-engah.
Gue diem.

“Heh...belajar gila apa ini anak, ditanya cuma nyengir doank jawabnya” selak Salma
“Kesambet setan gagu kali si Toni...”

“Kayaknya sih, No. Eh, No, gue masih sebel nih sama Pak Bintarto, pelajaran Sejarah, gue dikasih 75 di raport. Pelit banget tuh guru. Peli pelit pelit!!” cerocos Salma

“Serius lo dapet 75? Nilai Sejarah gue 70 kok...padahal kan elo yang nyontek ke gue....heheh..”

“Ughhh...cengengesan lo, yang ada elo nyontek ke gue. Betewe, makasih ya, Ton.”

“Terima kasih, Brader”

“Apa sih lo semua...rese” jawab gue sambil memasang dasi.

“Siap, Profesor!!” selak Rano

“Toni Wicaksanaaaaaaaaa!!” teriak Salma seperti MC pertandingan tinju.

“Eniwei, liburan kemana, Ton?”

“Biar gue tebak, dengan nilai sebesar itu..hm...ke Bali ya??” tebak Salma

“Oh Men!! Singapore dong!!! Perfect lo nilai si Bapak satu ini” tebak Rano optimis sambil menjentikan jari.

“Lombok mungkin? Snorkeling gitu?? Lo kan hobby maen di aer” tebak Salma

“Raja Ampat ya, Ton?”

“Gak kemana-mana, No, Sal..gue cuma ngabisin serial aja di kamar”

“Serial Korea ya??? Wah..pasti lo mau ikutan audisi boyband nih” samber Rano

“Serius lo, Ton? Serial Korea? Gue juga!! Gue baru kelar nonton serial ‘Boys Before Flower’ untuk yang kelima kalinya...hooo...Kim Bum, cakep bener!!!” ujar Salma seraya memandang keatas berharap awan melukiskan wajah Kim Bum di langit. Salma pun terbang ke langit ketujuh.
Gue dan Rano saling bertemu mata, kami kompak mengucap,

“Kabur yuk?”

“Eh..eh...iiih...jahat banget sih kalian...” Salma langsung terjerembab kembali dunia nyata.

“Hahahahahahaaa.......” kontan suara tawa kami membahana.

“Eh...bogel!!! TK Melati Putih dua gang dari sini!!!”

“Gyahahahahahaha!!!”

Sembur Indra dan langsung ikuti tawa teman satu genk-nya.


***
Penulis : Edi Wijaya Rochman
***

Hmmm...
 Terimakasih sudah membaca Cerpen Bersambung Toni Boncel #2.
Nantikan kelanjutan ceritanya ya...

Comments

Popular posts from this blog

Belajar Budaya "Karapan Sapi Madura"

Bicara tentang Indonesia, dengan berjuta kekayaan alam dan juga budayanya, ras dan suku bangsa yang beraneka ragam, tak cukup hanya hitungan jam untuk menceritakan betapa elok dan melimpahnya harta Indonesia. 

Membahas soal Indonesia, memang tak ada habisnya. Sekitar 17.504 pulau yang dimilikinya, dan bermacam budaya juga tradisi yang terbilang kaya dan masih lestari hingga hari ini.
Indonesia memang sangat asyik untuk diulik, apalagi tentang budayanya.
Di postingan kali ini, kita akan belajar dan mengenal salah satu budaya yang ada di Indonesia bagian timur.
Sudah ada yang pernah tahu tentang Karapan Sapi? Tradisi yang hanya dimiliki oleh orang-orang Madura dan masih terlestarikan sampai hari ini.
Yuk kita mengulik sedikit tentang Karapan Sapi bersama Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR), Bangkalan, yang akrab di sapa Muhyi. 


Karapan Sapi itu apasih?
Karapan Sapi adalah perlombaan pacuan sapi, dimana biasanya sapi di adu sebagaimana balapan lari. Dengan satu joki yang menumpangi sepasang sapi …

Basecamp Caffe, Idolanya Tempat Tongkrongan Di Ciputat

Temen-temen Mahasiswa Uin Jakarta, atau temen-temen yang tinggal di sekitaran Ciputat dan suka nongkrong pasti tau nih tempat ngopi dan ngobrol yang satu ini.


Suasana di tempat ini memang nyaman. Meski atapnya terbilang begitu dekat ke kepala, namun nuansa yang seperti ini cukup mengingatkan para pengunjung (terutama saya) agar selalu merasa rendah (hati).
Sempat meliburkan jam operasi beberapa bulan lamanya, Basecamp Cafe baru-baru ini kembali beroperasi dan tak kehilangan citranya sebagai salah satu Cafe yang terbilang ramai di area Ciputat ini.


Jam buka tempat tongkrongan ini dimulai dari 09:00 sampai jam 03:00 wib setiiap hari Kamis-Rabu.

Untuk menu di tempat ini sudah bisa dikategorikan dalam kata 'lengkap', Ada makanan berat untuk mengenyagkan perut, Nasi Goreng dan beberapa makanan lainnya.
Buat yang sekadar mau nyemil, tersedia pisang cokelat, kentang goreng, dan makanan ringan lainnya. Soal Kopi-kopian, di tempat ini sudah disediakan untuk para pengunjung dengan berb…

Puisi Buat Mantan Gebetan Terindah

Bicara tentang masa lalu,gue ingat pada waktu gue masih nge-gebet cewek antagonis di masa Putih biru-biru.Gue sempet bikin puisi buat dia,saat gue baca sempet gue mikir "ternyata dulu gue puitis banget" .Nih puisi gue buat gebetan gue di masa Putih biru-biru >Cinta atau matematika
Di posting oleh Fauzi Achmad pada 02:13
AM, 06-Jun-13Cintaku padamu bagaikan " PI "
dalam sebuah rumus
matematika yang berarti suatu
ketetapan,tapi cintaku padamu
tidaklah seperti " GRADIEN "
yang berarti kemiringan suatu garis.
Cintaku bukan pula seperti "
JARI - JARI " yang bersifat
setengah dalam suatu
lingkaran,namun cintaku
bagaikan " DIAMETER " yg bersifat
utuh dlm sbuah
lingkaran.
Cntaq juga bkan pula seperti
" SKALA " yg berarti suatu
pengukur,tapi melainkan
seperti bentuk " BOLA " yg tidak
dapat di ukur dan tak
terhingga.Puisi itu gue ambil di blog gue yang jadul.Sebenernya puisi itu udah lama gue buat,tapi baru tahun kemaren g…