Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2020

HAL INI TIDAK AKAN DIDAPATKAN KETIKA TIDAK MUDIK LEBARAN!

Adakah seseorang yang tidak ingin sama sekali mudik atau pulang ke kampung halaman ketika berada di perantauan? Jika iya, sungguh KETERLALUAN!
Siapa yang yang tidak ingin merasakan suasana kampung tempat dimana badan dilahirkan ketika nasib sudah dihadapkan dengan jalan sebagai perantauan? Mungkin nihil, tapi jikapun ada, pasti ada alasan yang teramat berat dan itupun tidak akan mampu melepas tuntas rindu pada tanah dimana udara pertama masuk kedalam rongga tubuh. 
Mudik atau pulang kampung memang menjadi hal yang didamba-dambakan bagi para manusia yang sudah ditakdirkan harus mengadu keberuntungan di daerah seberang. Apalagi ketika sudah tiba pada moment Lebaran, iya bukan? Hari Raya Lebaran adalah kondisi sakral dimana biasanya menjadi waktu yang pas untuk bisa bertemu dengan sanak saudara dalam nuansa kekeluargaan yang sangat hangat dirasakan.
Tapi bagaimana rasanya ketika jiwa menginginkan hal itu namun keadaan seakan restu belum digenggam dalam telapak tangan? 
Tidak bisa dipungkiri …

Tadabur Alam di Pancong Pamulang

Menemukan canda dan tenang dihalaman Kios Pasar Kita Pamulang, sambil menikmati jajanan Pancong Pamulang.

Malam Minggu ini, saya menghabiskan waktu disekitaran kampus Pamulang. Ada tempat jajanan baru yang menyediakan menu sajian dan haturan tempatnya yang mengasyikan.
Pancong Pamulang, nama kedai makanan yang tentunya menyajikan kue Pancong sebagai andalannya. Seperti gambar yang sudah saya perlihatkan, ukuran kue pancong yang tersedia juga lebih besar dari kue pancong biasa yang saya temui di pinggir-pinggir jalan. Bicara soal rasa, asli gak bikin bosen dan gak bikin perut jadi enek, sekalipun ukurannya lebih besar, tapi lagi-lagi kue pancong yang satu ini entah kenapa takarannya terasa pas di perut. Adonan kue pancong di tempat ini lebih menyatu dengan toppingnya yang disajikan setara dan gak bikin kelembutan kue pancongnya tenggelam. Untuk kematangan kue pancongnya sendiri juga bisa request tergantung selera kita.
Varian rasa yang dimenukan nampak lezat dan menggiurkan. Soal harga mul…

Es Dawet Ayu Banjarnegara

Nyobain minum Es Dawet versi Banjernegara ternyata seger juga.

Minuman ini sederhana betul. Tapi rasaanyaaa.... Hmmm.. bikin tenggorokan adem.
Ngebayangin minuman yang beginian di siang hari, memang waktu yang pas banget buat menyeruput Es Cendol Dawer Ayu Banjarnegara ini. Tidak usah yang muluk-muluk ini itu, cukup diplastiki, dan difasilitasi dengan sedotan, rasa segernta sudah langsung meluncur keperut.  Bahan-bahanya juga sederhana, saya melihat santan, campuran gula yang sudah dilarutkan hingga berwarna kecokelatan, dan bahan utamanya yakni dawet yang berwarna hijau, perpaduan yang tak membuat lidah bingung untuk merasakan segala jenis rasa.
Rp. 5000 sudah bisa membayar rasa haus dengan seger dan ademnya minuman ini. Tidak perlu mengeluarkan buget berlebihan untuk menghilangkan rasa haus di mulut. Ayu tenan rasane...

Adem Di Cirebon

Gak cuma batiknya yang bikin hati ingin balik lagi ke Cirebon, suasana disana memang membuat rindu ingin menikmati ademnya berada disana lagi dan lagi.

Padahal, Rabu 15 Juli 2020 kemaren saya cuma menjalankan tugas dari kantor untuk melakukan audiensi ke beberapa tempat di Cirebon. 
Kali pertama saya melewati jalan raya yang rasanya dekat banget sama gunung dan rasanya adem betul.
Tidak cuma itu, ternyata saya baru tau kalau di tempat ini punya buaaanyak kuliner yang khas banget. 
Ini salah satunya... Empal Gentong namanya.  Makanan yang satu ini punya keunikan tersendiri dari makanan kuah-kuah yang lainnya.  Bahan utamanya adalah kambing, disini saya menemukan rasa dari empuknya daging kambing muda. Asliiii.... mantapnya luar biasa. Lidah dimanjakan dengan empuknya daging yang sudah menyatu dengan bumbu dari rasa kuah yang sangat menawan sajiannya.
Saya mendapatkan santan yang lumayan tinggi tingkat kegurihannya. Sudah tidak bisa dielakan lagi pokoknya yang namanya Empal Gentong ini. Pas ba…

Jambrong di Perempatan Cengkareng

Belum selesai ngerjain Tugas Akhir (TA) Kampus, dari Ciputat ke Kamal, Cengkareng, geser ke Kapuk, Cengkareng, ini jam 04:28 baru kelar ngerapihin treatment program film dokumenter dan nanti siang niatan bakal ngambil beberapa footage buat nambahin kekosongan gambar. Oke, karena mau balik ke Ciputaf di jam segini kondisinta kurang memungkinkan, dan keadaan badan juga sudah agak kacau, terpaksa harus numpang istirahat di kosan temen di daerah  Kamal, Cengkareng. Fix kondisi perut keroncongan banget karena belum terasupi makanan pokok orang Indonesia dari jam magrib, mampir di tempat yang lumayan ternama bagi kalangan "kita-kita" mahasiswa tongkrongan yang mau ngirit buget pengeluaran, sebut saja Jambrong. 
Penyedia makanan kala dini hari ini cukup digemari. Sudah pasti yang pertama karena harganya murah, 13 ribu saja sudah bisa merenggut seporsi nasi dilengkapi 2 bakwan, setusuk usus, tempe orek dan perentelan lain seperti sambel, mihun dan secangkir teh manis hangat.
Tidak jau…