Sapi-sapi yang Berlayar Dari Madura Menuju Kalimantan


Selalu ada celah untuk mensyukuri apa-apa yang sedang terjadi. Sabtu, 9 Januari 2021, dihadapkan dengan keputusan bahwa pelaksanaan wisuda diundur sekitar 3 bulan lagi. Di tengah semaraknya "Yang Muda Yang Kaya" hadir disekeliling saya, nasib seakan semakin amburadul menerima kenyataan. Mau memulai usaha bingung entah harus mengawali langkah darimana, saat yang lain sudah mempunyai omset hingga puluhan juta perbulannya. Memutuskan untuk melamar pekerjaan setengah mati memikirkan CV yang sudah kemana-mana melayangnya. 

Sudah menumpuk-numpuk nekat akan berpasrah pada Tuhan untuk melaju ke sebuah kota dengan sejuta harapan, namun harus buyar dibenturkan dengan kondisi pandemi yang belum juga usai. Oke... Sepertinya hari ini saya memang ditakdirkan untuk membersamai rasa 'khawatir' dan 'sok tau' akan masa depan. 

Sabtu Pagi, 9 Januari 2021, semalam sudah menghabiskan kegelisahan di tanah Tanjung Bumi lebih spesifik lagi Bumi Anyar namanya. Silaturahmi dengan alumni salah satu pondok pesohor di area Pamekasan, ceritanya tentang pengabdian dirinya di Tanah Papua membuat saya tercengang dan geleng-geleng kepala jadinya. Hal yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya. Tentang bagaimana adaptasinya sebagai keturunan darah Madura dengan masyarakat disana, harga makanan cukup mahal untuk sekelas nasi goreng dan jajanan lainnya dibandingkan di daerah Madura ataupun Jakarta, dan kisah tragis percintaannya juga menjadi premis yang sangat elok kucatat di kepala. Ternyata perjalanan hidup saya belum seberapa. 

Banyak hal yang belum saya tau sepertinya. Yes... Selain bagaimana kehidupan di tanah Papua, di pesisir kota ku saja saya baru tau kalau ternyata ada pelabuhan yang menjadi detak kehidupan sebagian masyarakat di Bangkalan. 

Pelabuhan Sarimuna Telaga biru ini misalnya. Setelah malam dihabiskan dengan sedikit cerita tentang perjuangan hidup di Papua, Sabtu pagi, 9 Januari 2021 ini saya mendapatkan asupan wawasan tentang bagaimana transaksi jual beli sapi antara daerah Madura dan Kalimantan. 

Madura dan Kalimantan itu ternyata hanya terpisah antara satu lautan saja. Tak begitu jauh.
Kapal yang berada di belakang saya, dalam foto di atas, adalah saksi perjalanan yang membutuhkan waktu kurang lebih 4 hari dari daratan Madura ke Kalimantan. 

Kapal itu adalah tumpangan bagi puluhan bahkan bisa mencapai ratusan sapi yang akan dijual beserta pakan atau asupan makanan sapi ketika diperjalanan. 

Sayangnya hari ini belum ada sapi-sapi yang siap dijual karena masuk musim penghujan.
Orang-orang Madura memang tak sedikit yang memiliki mental baja, berjiwa besar, senang menyambung tali silaturahmi. Tak bisa dipungkiri, penjualan sapi dari Pelabuhan Sarimuna Telaga Biru ini adalah salah satu bukti.

Betapa kaya ini negeri. Tak pernah puas rasanya dengan apa-apa yang membuat diri 'berisi' meski bukan perihal materi. Terimakasih untuk 9 Januari 2021 ini, Gusti...
Sapi-sapi yang Berlayar Dari Madura Menuju Kalimantan Sapi-sapi yang Berlayar Dari Madura Menuju Kalimantan Reviewed by Fauzi Achmad on January 09, 2021 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.